Jurus Jitu Supir Truk Gagalkan Aksi Bajing Loncat

Liputan6.com, Jakarta Aksi pencurian yang mengincar truk di jalan atau biasa disebut bajing loncat sangat meresahkan para sopir. Tindak kejahatan yang biasanya dilakukan saat truk sedang jalan ini akan mengincar barang bawaan yang terdapat di bagian belakang.

Tak diketahui sopir, bajing loncat dapat beraksi dengan leluasa saat berhasil naik ke atas truk yang tengah berjalan.

Beragam cara dilakukan sopir untuk menghalau tindak kejahatan bajing loncat, salah satu yang berhasil terekam video berdurasi kurang lebih satu menit ini.

Seperti dilansir akun Instagram @okesumut, Minggu (18/8/2019), terlihat tiga orang dengan menggunakan sepeda motor berada persis di belakang truk.

Salah seorang mencoba naik ke belakang truk setelah menghancurkan kunci dengan menggunakan sebuah tang. Sayangnya, ketiga orang tersebut tak tahu bila truk tersebut telah dilengkapi kamera pengawas sehingga sopir bisa mengetahui aksi kejahatan yang dilakukan.

2 dari 3 halaman

Komentar Warganet

Tahu menjadi incaran tindak kejahatan, sopir langsung melakukan pengereman mendadak. Karena hal tersebut pengendara motor kaget dan menabrak bagian belakang truk sebelum akhirnya terjatuh ke atas aspal.

Truk lalu kembali menjalankan kendaraannya setelah menggagalkan aksi tersebut dalam waktu sangat singkat. Seorang komplotan yang sudah naik ke bagian belakang truk akhirnya bingung bagaimana cara melarikan diri.

Video ini mengundang banyak komentar warganet, salah satunya datang dari akun instagram @yova_nissy1402.

“Bagus tus.. Maunya semua truk itu di buat cctv di belakangnya,” tulisnya.

“Bguuusss maunya semua perusahaan ekspedisi bisa belajar dri video ini,” tulis akun @robi.stiemokerz.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Uang Elektronik Mulai Jadi Bagian dalam Transaksi di Jaringan Dealer Sepeda Motor

Liputan6.com, Jakarta Main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) memberikan inovasi terbaru untuk memudahkan konsumen dalam pelayanannya. Uang elektronik mulai digunakan.

Khusus jaringan Wahana Artha Ritelindo dan beberapa jaringan dealer Astra Honda Authorized Service Station(AHASS) menetapkan untuk mengadakan sistem pembayaran non tunai, khususnya menggunakan aplikasi melalui ponsel.

Beragam layanan aplikasi non tunai kini bisa dilakukan dalam beragam transaksi di jaringan dealer dan AHASS termasuk jaringan Wahana Artha Ritelindo di Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Medan, Palembang, Kupang hingga Kotamobagu.

“Tren non tunai lewat aplikasi kini menjadi tren tersendiri. Untuk itu kami juga mengupayakan seluruh jaringan khususnya anak perusahaan ritel Wahana Artha Ritelindo menerima aplikasi tersebut,” kata Group Head of Corcom Wahana, Evi Haryadi.

Promo Menarik

Selain dinilai lebih memudahkan, penggunaan aplikasi non tunai juga dibarengi dengan beragam promo menarik yang diterima konsumen.

“Perkembangan dunia digital yang berjalan makin cepat memiliki banyak manfaat untuk kepuasan pelanggan. Itulah sebabnya Wahana terus mengupayakan beragam perubahan layanan mengikuti dengan perkembangan dunia digital yang terjadi,” ujar Evi.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Honda Raih Angka Biru di Rapor Penjualan Bulan Juli, Ini Model Terlarisnya

Liputan6.com, Jakarta Sepanjang Juli 2019, PT Honda Prospect Motor (HPM) berhasil membukukan penjualan sebanyak 13.894 unit atau mengalami peningkatan hingga 84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat pada Juni 2019 sebanyak 7.563 unit mobil Honda berhasil terjual.

Sebagai penyumbang penjualan terbesar, Honda Brio Satya terjual sebanyak 5.655 unit di Juli atau naik 113 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan Honda Brio RS memimpin pasar city car dengan penjualan 1.396 unit atau naik 50 persen.

Berada di urutan ke tiga, Honda HR-V 1.5L berhasil terjual 2.741 unit atau naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Model lainnya yang juga berkontribusi di Juli adalah Honda Mobilio karena terjual sebanyak 1.193 unit. Ada di urutan selanjutnya, Honda CR-V berhasil terjual 1.136 unit serta Honda Jazz 680 unit dan Honda BR-V sebanyak 463 unit.

Sementara itu, Honda Civic Hatchback mencatat penjualan sebesar 187 unit, Honda HR-V 1.8L sebanyak 143 unit dan All New Honda Accord 122 unit.

Penjualan Mobil Premium

Di jajaran mobil premium lainnya, Honda Civic Sedan meraih penjualan sebesar 117 unit dan menjadi pemimpin di kelasnya, sedangkan Honda City terjual 49 unit, Honda Odyssey terjual 10 unit dan Honda Civic Type R terjual 2 unit.

“Bulan ini penjualan mobil Honda menunjukkan tren yang positif, dengan kenaikan yang cukup merata di hampir seluruh model. Hal ini menjadi modal yang baik untuk membuka penjualan di semester kedua tahun ini,” kata Yusak Billy sebagai Business Innovation and Sales & Marketing Director.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Enam Barang yang Wajib Ada di Bagasi Motor

Liputan6.com, Jakarta Hampir semua jenis sepeda motor memiliki bagasi di bawah jok untuk menunjang aktivitas pengendara sehari-hari. Ukuran bagasi motor berbeda-beda, ada yang besar, sedang dan kecil.

Sebagai kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, pengendara motor wajib membawa enam barang penting ini. Diletakan di bawah jok, berikut perlengkapan tersebut.

Kunci-Kunci

Menjadi barang yang sangat penting, kunci-kunci seperti obeng, kunci pas ukuran 10, 12 dan 14, tang dan kunci busi wajib ada di bawah jok motor. Hal ini sebagai antisipasi motor mengalami masalah di jalan.

Jas Hujan

Perlengkapan ini menjadi hal wajib bagi pengendara sepeda motor, terlebih saat memasuki musim penghujan. Jas hujan merupakan salah satu barang penting untuk melindungi pengendara dari guyuran hujan dan melanjutkan perjalan meski cuaca tak mendukung.

Lap Sintetis

Saat hujan, lap sintetis sangat berfungsi karena karakteristiknya yang bisa menyerap air dengan cepat sehingga saat membersihkan bodi motor yang terkena air hujan bisa langsung dilakukan agar motor tetap terjaga.

Lap sintetis juga bisa digunakan untuk memebersihkan debu pada motor. Namun, pemilik harus membasahinya terlebih dahulu.

2 dari 3 halaman

Busi Cadangan

Busi cadangan sangat wajib dibawa karena fungsinya. Saat motor mogok, pengendara yang sudah membawa obeng dan kunci busi akan dengan mudah mengantinya di jalan. Busi menjadi komponen inti pada kendaraan bermotor yang sudah memiliki umur.

Senter

Lampu senter berguna saat mengalami kendala di malam hari. Karena itu senter wajib ada di bagasi jok.

Ban Dalam Cadangan

Bagi motor yang masih menggunakan ban dalam, wajib membawa perlengkapan ini. Ban dalam cadangan dapat digunakaan saat ban dalam bocor dan harus diganti. Terlebih ban dalam di tempat tambal ban biasanya memiliki harga yang sangat mahal.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Jangan Salah, Ini Arti Huruf dan Angka pada Tuas Persneling Mobil Matik

Liputan6.com, Jakarta Mobil dengan transmisi otomatis atau mobil matik semakin banyak diminati untuk pemakaian dalam kota karena lalu lintas yang semakin padat. Lebih praktis dan mudah dikendarai menjadi alasan masyarakat Tanah Air memilih menggunakan mobil matik.

Meski tak harus mengoper gigi dan menginjak kopling, sebelum memutuskan mengendarai mobil matik ada baiknya pengemudi mempelajari dulu arti huruf dan angka yang terdapat pada persneling mobil matik.

Seperti dilansir Suzuki Indonesia, Minggu (18/7/2019) umumnya tuas transmisi terdapat beberapa huruf dan angka seperti P, R, N, D, 2, dan L. Memiliki fungsi berbeda, berikut arti dan penjelasan dari huruf dan angka tersebut.

P memiliki arti parking atau parkir. P biasa digunakan untuk mobil yang diparkir sehingga transmisi dalam posisi terkunci dan mobil tidak akan bergerak.

R memiliki arti reverse atau gigi mundur. Gigi ini biasanya digunakan saat pengendara hendak memundurkan kendaraan.

N adalah neutral atau netral. Dalam posisi ini, mesin dan transmisi tidak terhubung.

2 dari 3 halaman

Fungsi Shift Lock

D adalah singkatan dari drive atau jalan. Umunya, mobil matik melaju dengan posisi transmisi D untuk berkendara maju. Dengan transmisi D, perpindahan gigi dari 1 sampai gigi tertinggi akan diatur secara otomatis. Pengendara hanya tinggal menginjak gas dan rem.

Angka 2 pada transmisi otomatis biasa dipakai saat engine brake di jalan menurun tajam atau panjang, serta bila berhadapan dengan tanjakan curam. Sebab, jika hanya menggunakan D, terkadang mobil terasa berat ketika menanjak.

Sedangkan L memiliki fungsi untuk menahan gigi tertinggi yakni gigi 1.

Ada juga beberapa mobil bertransmisi matik yang memiliki shift lock di sekitar tuas transmisi. Shift lock ini memiliki fungsi untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa dipindah ke posisi N ketika mesin mati. Shift lock bermanfaat saat parkir paralel sehingga mobil matic bisa didorong untuk menggesernya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Cara Unik Ribuan Bikers Honda Rayakan Kemerdekaan RI

Liputan6.com, Jakarta Memperingati HUT Republik Indonesia ke-74, sekitar 2.800 bikers pecinta sepeda motor Honda melakukan aktivitas bernuansa kebangsaan. Bertajuk Convoy Merdeka dengan slogan Bangga Menjadi Indonesia, touring persaudaraan ini diramaikan 56 komunitas dan paguyuban Honda.

Kegiatan dilaksanakan serentak di 28 kota besar di Indonesia, konvoi pecinta motor Honda ini bergerak dari lokasi main dealer di setiap wilayah menuju tempat bersejarah. Aktivitas ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan dan silaturahmi antar bikers dalam meningkatkan semangat nasionalisme.

Sebagai wujud antusias merayakan kemerdekaan, peserta konvoi menggunakan atribut berwarna merah putih, mengikuti aktivitas upacara bendera dan memperingati HUT RI ke-74.

Para bikers melanjutkan rangkaian agenda dengan melakukan aksi sosial seperti membersihkan makam pahlawan atau melakukan donasi untuk veteran. Convoy Merdeka semakin meriah dengan hadirnya beragam perlombaan khas 17 Agustusan.

“Kegiatan menunjukkan semangat persatuan dalam keberagaman, ditunjukkan dalam momen spesial HUT Kemerdekaan RI ke-74. Semoga aktivitas ini bisa menginspirasi para bikers Honda lainnya, juga masyarakat pada umumnya,” Deputy General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor (AHM) Andy Wijaya.

2 dari 3 halaman

Beda Aktivitas

sMomentum ini juga dimanfaatkan untuk menggelar Jambore Nasional Asosiasi Streetfire Indonesia (ASFI) yang ketiga di kota Cirebon dan Jambore Nasional Asosiasi Scoopy Indonesia (ASI) yang kedua di Ragunan, Jakarta (17/8). Mengusung tema “Semangat Satu Hati Satu Indonesia,” ASFI mengemas kegiatan ini dengan menonjolkan budaya Jawa Barat. Hiburan seperti Tari Topeng, sisingaan, dan angklung turut memeriahkan rangkaian acara.

Sementara itu, Asosiasi Scoopy Indonesia menggelar Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Ragunan. Pada kegiatan Jambore Nasional ASI juga dimeriahkan dengan doorprize berupa 1 unit Honda Genio untuk bikers yang beruntung.

“Semangat satu Hati yang dimiliki para bikers tentu akan selalu kami dukung. Melalui solidnya persaudaraan antar bikers tentu akan melahirkan beragam aktivitas positif yang dapat menginspirasi masyarakat,” tutup Andy.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Sensasi Seribu Tenaga Kuda dalam Diri Aston Martin Valhalla

Liputan6.com, Jakarta Aston Martin Valhalla memulai aksinya di Amerika Utara. Namun belum debut, hyprecar ini menjalani tes di SIlverstone, Inggris.

Aston Martin Valhalla dianggap sebagai konsep dinamis sebuah hypercar ciptaan Inggris.

Pada penampilan di Silverston, ada Valkyrie sebagai pembanding Aston Martin Valhalla. Sejujurnya, dua mobil ini memang sangat dekat ‘kekerabatannya’. Platformnya sama hanya saja Valhalla dibuat lebih simpel dan nyaman.

Bukaan pintu Aston Martin Valhalla mengikuti gaya pintu LMP1 (LeMans Prototype). Ya gaya mengikuti mobil balap yang biasa berlaga lomba ketahanan 24 jam di LeMans. Tujuannya untuk mempermudah akses masuk dan keluar pengemudi.

Interiornya juga dibuat simpel dan punya konsol tengah yang lebar. Sejumlah ruang penyimpanan disediakan di sana. Instrumen cluster digital letaknya seperti kebanyakan mobil tidak seperti Valkyrie yang ada di roda kemudi.

2 dari 3 halaman

Performa Aston Martin Valhalla

pintu Aston Martin Valhalla mengikuti gaya pintu LMP1 (LeMans Prototype). (Carscoops)

Aston Martin Valhalla mengandalkan mesin V6. Tentunya sudah dilengkapi turbocharger yang diletakkan di tengah mesin. Menariknya, ternyata hypercar yang satu ini merupakan mobil hybrid. Ada baterai yang bsia menggerakan motor listrik.

Aston Martin Valhalla menerapkan sistem all wheel drive. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga 1.000 Tk. Sehingga akselerasinya dari diam hingga 100 km/jam hanya 2,5 detik saja. Dan kecepatan maksimalnya mencapai 354 km/jam.

Tidak banyak jumlah produksi Aston Martin Valhalla. Hanya ada 500 unit saja.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

SPBU di Inggris Sudah Kalah Banyak dari SPLU

Liputan6.com, Jakarta Era mobil listrik sudah di mulai. Tapi belum banyak mobil listrik yang beredar dibanding mobil bermesin konvensional. Namun seiring waktu tentu mobil listrik akan terus tumbuh.

Tidak saja di Indonesia yang baru punya Peraturan Presiden mengenai mobil listrik, Inggris sekalipun masih berusah mengembangkan hal yang terkait kendaraan listrik.

Di Negeri Pangeran Williams ini, insfrastruktur sedang dikejar pengembangannya. Salah satunya ketersediaan stasiun pengisian listrik. Tempat pengecasan umum ini sangat diperlukan bila ingin volume mobil listrik bertambah.

Akhirnya tahun ini, Inggris memiliki jumlah stasiun pengecasan mobil listrik yang melebihi jumlah SPBU. Kini ada 9.300 lokasi pengisian listrik di seluruh negeri.

Seperti dilansir Carscoops, lebih dari 1.600 SPLU menyediakan sistem fast charging, alias pengecasan cepat. Di sini, baterai yang sudah kosong bisa disetrum hingga bermuatan 80 persen dalam waktu kurang dari satu jam.

2 dari 3 halaman

Pertumbuhan Mobil Listrik di Inggris

Ketersediaan SPLU ini sangat membantu pertumbuhan mobil listrik di Inggris. Saat ini di Inggris baru ada 1,4 persen mobil listrik. Tapi pertumbuhannya cukup signifikan, bulan lalu kenaikannya 158 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Tantangan selanjutnya adalah menjaga jumlah tempat pengecasan sesuai dengan jumlah mobil listrik di jalan. Juga bagaimana memberikan pengalaman yang menyengangkan atas kemudahan penggunaan mobil listrik,” ujar Nissan Managing Director, Kalyana Sivagnanam.

Sebelumnya pada 2011, tempat pengecasan mobil listrik hanya ratusan unit saja. Sementara SPBU yang bertahan hingga kini sebanyak 8.400 unit. SPBU pertama di Inggris dibuka di Aldermaston, Berkshire, November 1919.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Honda Jawa Barat Berjaya di KLHN 2019

Liputan6.com, Bandung – PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku dealer utama sepeda motor Honda wilayah Jawa Barat kembali menorehkan prestasi di Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2019 melalui dua perwakilannya.

Deby Oktaviani dari dealer Bintang Motor Jaya – Cirebon mengunci posisi pertama di kategori Customer Retention Officer. Sementara Yorina Sanjaya dari AHASS Cahaya Sakti Motor – Karawang menjadi juara kedua pada kategori Pimpinan Jaringan Dealer Reguler.

Hasil ini menjadi kebanggaan bagi DAM karena secara konsisten setiap tahunnya mengharumkan Jawa Barat di tingkat Nasional.

“Kami mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan layananan yang prima bagi konsumen sepeda motor Honda di Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman mengesankan bagi konsumen saat datang ke seluruh jaringan sepeda motor Honda,” terang General Manager Honda Customer Care Center (HC3) DAM, Fenny Hasibuan dalam keterangan resminya.

Sekadar informasi, kontes KLHN 2019 terbagi menjadi empat kategori peserta yaitu Pimpinan Jaringan, Frontline People, Deliveryman, dan kategori jabatan baru yaitu Customer Retention Officer. Setiap kategori penilaian dibagi menjadi dua kelompok yaitu Reguler Dealer dan Wing/Big Wing Dealer.

Pada kategori Pimpinan Jaringan tahapan penilaian antara lain Mystery Calling, Customer Survey, dealer audit serta project presentation yang harus dipersiapkan sebelum dipresentasikan kepada para juri.

2 dari 2 halaman

Penilaian

Penilaian berbeda dilakukan untuk kategori Customer Retention Officer, di antaranya penilaian performa pencapaian target aktivitas yang ditetapkan.

Memasuki tahap penjurian Nasional, para peserta juga mendapatkan pembekalan lebih lanjut sebelum masuk ke tahap grand final. Para peserta diuji dengan beberapa rangkaian penilaian seperti tes tertulis, studi kasus, role play, presentasi dan wawancara.

Kompetisi layanan ini telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-13 dan di tahun ini diikuti oleh 29 Main Dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.

Mitsubishi Triton Tak Masalah Tenggak Solar Murah

Liputan6.com, Jakarta – New Mitsubishi Triton telah mengalami berbagai penyegaran termasuk sektor mesin. Meski begitu, kendaraan pekerja keras andalan Mitsubishi tersebut tak masalah jika menenggak solar murah.

Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI meyakinkan, Triton tidak ada masalah dengan solar berkualitas rendah.

Salah satu alasan, mesin Triton anyar memakai milik Pajero Sport. Sedang SUV 7-seater itu juga banyak penyebarannya di daerah minim solar berkualitas.

“Mesin baru ini kan sudah dipakai Pajero Sport, yang sudah banyak digunakan di wilayah-wilayah dengan kualitas bahan bakar kurang baik atau solar biasa. Itu sudah terbukti tidak ada masalah,” papar Irwan saat ditemui di sela test drive New Triton di BSD, Tangerang (15/8).

“Kemudian, Triton ini sendiri sudah dilakukan tes di Indonesia dengan bahan bakar solar biasa. Juga tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan,” ucap Irwan lagi.

Hal itu jadi pertimbangan. Lantaran biasanya, daerah pertambangan dan perkebunan kurang merata penyebaran bahan bakar berkualitasnya. Apalagi, populasi Triton lawas dipastikan paling banyak di Kalimantan dan Sumatra. Triton baru sebagai generasi penerus pasar fleet, harus siap hidup di daerah seperti itu.

Bukan cuma masalah ketersediaan, ada pengguna yang memang sengaja memilih solar kualitas rendah. Harga jadi alasannya. Maklum, sebagai kendaraan niaga, menekan biaya jadi salah satu cara agar efisien.

Tentu ada harga yang harus dibayar ketika sering memakai bahan bakar kualitas rendah. Dalam kasus diesel dan solar, filter bahan bakar yang paling rentan. Makanya, menurut Irwan, Triton di Kalimantan dan Sumatra paling sering mengganti filter. “Karena rata-rata bahan bakarnya begitu,” tutur Irwan.

2 dari 2 halaman

Konsumsi B30

Irwan menjelaskan lebih lanjut, Triton sudah bisa diberi bahan bakar solar B20. Sedang B30 segera menyusul. Pasalnya, MMKSI tengah mengirimkan Pajero Sport untuk turut diuji memakai solar B30.

Pengujian yang dihelat oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu diikuti oleh sejumlah manufaktur merek mobil untuk bisa meminum solar B30.

Sementara kalau sudah ada hasilnya, Triton yang memakai mesin sama dengan Pajero Sport tentu bisa langsung mengikuti.

“Mobil kami Pajero Sport, sudah bisa masuk B20. Saat ini sesuai dengan inisiasi pemerintah, kami ikut uji bahan bakar B30 dengan model Pajero Sport. Sedang untuk B50, jujur saya baru mendengarnya. Tapi kami lihat dulu bagaimana hasil uji B30 pada performa kendaraan. Baru bicara tentang B50,” tutup President Director MMKSI, Naoya Nakamura. 

Sumber: Oto.com

Toyota Siapkan Mobil Hybrid Lagi, Model Apa?

Liputan6.com, Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) siap menghadirkan pilihan baru kendaraan ramah lingkungan di tahun ini. Hal itu diungkapkan Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy.

“Untuk mobil hybrid sudah pasti karena sudah dapat green light dari prinsipal, setidaknya kami coba akan kejar akhir tahun ini,” kata Anton di Jakarta.

Meski demikian, pabrikan otomotif asal Jepang ini enggan mengungkapkan secara detail mobil apa yang akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat.

“Tunggu, tinggal empat bulan lagi. Sabar saja nanti pasti diinformasikan enggak lama lagi,” ujar Anton.

Kuat dugaan TAM akan menghadirkan Toyota Corolla hybrid untuk mewarnai pasar kendaraan ramah lingkungan Tanah Air.

“Yang pasti kita sedang pelajari itu, jadi yang satu hybrid, yang satu lagi plug in hybrid, Prius yang kemarin kita tampilkan di GIIAS juga itu jadi salah satu yang banyak menarik minat customer,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Toyota Corolla Hybrid Meluncur Tahun Depan, Intip Spesifikasinya

Setelah Toyota Camry, rupanya Toyota akan menyematkan sistem hybrid pada Corolla. Toyota Corolla hybrid sebelumnya diperkenalkan pada Los Angeles Auto Show 2018.

Dilansir Caranddriver.com, Toyota Corolla hybrid akan masuk pasar otomotif Amerika Serikat (AS) pada tahun 2020 mendatang. Hal itu tak terlepas dari popularitas sedan tersebut di negeri Paman Sam.

Nantinya, Toyota Corolla hybrid dibekali mesin yang sama dengan Toyota Prius hybrid. Dengan kata lain, mobil itu mengandalkan dapur pacu 4-silinder 1.800cc yang dipadu sepasang motor listrik.

Tentu tenaga yang dihasilkan pun sama seperti Toyota Prius hybrid, mencapai 121 Tk. Jantung penggerak Toyota Corolla hybrid pun dikawinkan dengan penggerak roda depan.

Selain itu, Toyota Corolla hybrid juga dilengkapi 3-mode berkendara, yaitu Normal, Eco, dan Sport. Pembeda antara ketiganya adalah sensitifitas respon mesin terhadap injakan pedal gas.

Dapur pacu ini juga memiliki EV (electric vehicle) mode. Dengan kata lain, Toyota Corolla hybriddapat berjalan hanya dengan motor listriknya saja, layaknya BMW i8 Roadster.

Supaya berbeda dengan versi konvensionalnya, Toyota Corolla hybrid akan dibekali berbagai komponen baru, seperti pelek aluminium 15 inci dan emblem special. Selebihnya, eksterior mobil ini tetap sama.

Selain itu terpasang pula instrumen panel touchscreen 8-inci baru. Layar tersebut memiliki fitur baru untuk memantau pengisian dan kapasitas baterai motor listrik, sistem hybrid, dan eco accelerator guidance.

Sayangnya, masih belum ada bocoran terkait harga Toyota Corolla hybrid. Yang jelas, nominalnya akan jauh lebih besar dibanding versi mesin konvensionalnya lantaran berbagai fitur tambahan tersebut.

Jaguar Ingin Ubah Definisi Mobil dalam Kamus, Ini Sebabnya

Liputan6.com, Jakarta – Jaguar menginginkan pembaruan kata “car” yang ada pada Oxford English Dictionary dan Oxford Dictionaries. Hal ini disebabkan kata “car” yang sekarang hanya mendefinisikan mobil sebagai kendaraan yang ditenagai oleh mesin pembakaran.

Perusahaan otomotif asal Inggris ini berargumen bahwa seri kendaraan listrik I-Pace miliknya tidak termasuk mobil apabila berdasarkan pada definisi di kamus.

Jaguar turut mengajak orang-orang untuk menggunakan tagar #RedefineTheCar dan menyampaikan pendapat mereka tentang bagaimana definisi mobil yang seharusnya saat ini.

Dalam The Oxford English Dictionary saat ini mobil didefinisikan sebagai “Kendaraan yang ditenagai motor (biasanya mesin pembakaran) untuk membawa  pengemudi dan sejumlah penumpang, umumnya memiliki dua ban depan dan dua ban belakang. Terutama digunakan untuk privat, komersial dan wisata.”

Jaguar juga tidak menyukai definisi mobil pada OxfordDictionaries.com yang menuliskannya sebagai “Kendaraan, biasanya beroda empat, ditenagai mesin pembakaran dan membawa sejumlah orang.”

Untuk memperbaikinya, Jaguar sudah mengirimkan surat resmi pada Oxford English Dictionary dan OxfordDictionaries.com untuk memperbarui definisi mobil dengan memasukkan tambahan mesin, meliputi kendaraan listrik. 

2 dari 2 halaman

Strategi Khusus

Tentunya ini merupakan salah satu strategi Jaguar sebagai promosi agar seri I-Pace miliknya mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat.

“Mengejutkan melihat bahwa definisi mobil sedikit ketinggalan jaman. Karena itu kami mengajak Oxford English Dictionary dan the Oxford Dictionaries untuk memperbaruinya dan melihat perubahan dari mesin pembakaran tradisional menuju mesin dengan tenaga berkelanjutan,” ucap David Browne, Head of Jaguar Land Rover’s Naming committee.

Penulis: Khema Aryaputra

Mengenal Mobil Kepresidenan Era Soeharto yang Mejeng di Istana Negara

Liputan6.com, Jakarta – Istana Kepresidenan memajang dua mobil era Presiden RI ke-2 Soeharto, yakni sedan Cadillac Fleetwood Brougham. Mobil lansiran 1980 tersebut dipajang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, mobil ini digunakan Soeharto sejak 1987 hingga 1990. Mobil ini sengaja dipajang untuk menambah wawasan masyarakat terhadap kendaraan kepresidenan.

“Tahun ini kami pajang dua biar ada hiburan undangan sambil foto-foto dan lihat-lihat,” kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Demikian seperti dikutip dari News Liputan6.com, Sabtu (17/8/2019).

Selain digunakan Soeharto, mobil ini juga pernah digunakan untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan. Heru menyebut mobil tersebut pernah masuk ke bengkel sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri.

“Ini masih bisa jalan, masih bisa dipakai,” ucap Heru.

Sekadar informasi, Cadillac Fleetwood Brougham diproduksi antara 1972-1986. Mobil ini didesain oleh Bill Mitchell dan dirakit di Detroit, Michigan, Amerika Seikat.

2 dari 2 halaman

Spesifikasi

Mobil ini memiliki dimensi panjang 5,613 mm, lebar 1,913 mm dan tinggi 1,440 mm. Sementara wheelbase-nya 3,084 mm.

Cadillac Fleetwood Brougham memiliki pilihan mesin yang beragam. Sedikitnya ada enam mesin dengan kubikasi berbeda mulai dari 4,1 liter hingga 7 liter.

Merujuk pada tahun produksinya, mobil era Soeharto mengusung mesin 6.0 L L62 V8-6-4 V8 bertenaga 145 Tk dengan torsi 370 Nm.

Tampilan Yamaha Vixion dan Vixion R Berubah, Harganya?

Liputan6.com, Jakarta – Memeriahkan pasar otomotif Tanah Air, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg secara resmi meluncurkan warna baru untuk Yamaha Vixion dan Vixion R untuk menjawab kebutuhan konsumen akan tampilan kendaraan bermotor yang lebih sporty.

Melalui siaran resminya, terdapat 5 warna baru beserta stripping anyar untuk motor pabrikan otomotif asal Jepang tersebut. Khusus model Vixion terdapat pilihan warna matte black, metallic blue dan metallic red.

Untuk warna matte black, Yamaha menyematkan kelir emas seperti milik Yamaha NMax pada bagian casting wheel. Penggunaan stripping body pada varian ini telah mengusung desain tajam yang terletak pada sisi kanan dan kiri tangki serta buritan motor.

Penggunaan stripping tidak hanya mampu memberikan aura racy tetapi turut mempertegas karakter sport yang dimiliki motor.

Sementara itu, untuk model Vixion R terdapat warna baru matte red dan matte grey dengan kombinasi stripping berbentuk huruf ‘R’ pada bagian kanan dan kiri tangki.

2 dari 3 halaman

Harga

Tak hanya itu, casting wheel pada varian ini juga mendapat sentuhan pin stripe bertuliskan Vixion R dan penggunaan swing arm silver pada bagian kaki-kaki motor.

“Kami yakin kehadiran varian warna dan stripping baru ini akan semakin memperkuat karakter sport yang selama ini telah menjadi daya tarik utama Vixion dan Vixion R. Ditambah beragam fitur unggulan yang terdapat pada motor tersebut, menjadikannya partner berkendara terbaik dalam menemani aktivitas sehari-hari,” kata Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia motor Mfg.

Sudah bisa dipesan konsumen, Vixion dipasarkan dengan harga Rp26,95 juta dan Vixion R seharga Rp30,555 juta. Sementara itu, untuk Vixion Monster Energy Yamaha MotoGP ditawarkan diangka Rp27,65 juta. Seluruh harga berstatus on the road Jakarta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Meme Otomotif Pekan Ini: Driver Ojol yang Tertukar

Liputan6.com, Jakarta – Dalam berbagai jejaring sosial baik itu Facebook, Instagram maupun Twitter, gambar/foto lucu atau yang biasa disebut Meme kerap ditemui.

Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif. Salah satunya seperti meme unggahan akun Instagram @meme_bikers.

Dalam meme tersebut nampak driver ojek online (ojol) yang dibonceng penumpangnya. Menariknya yang membawa motor adalah seorang ibu-ibu.

Sebuah perbincangan pun sengaja dibuat untuk menggambarkan mengapa si ibu bisa berada di balik kemudi motor ojol tersebut.

Nah, jika Anda memiliki meme menarik seputar dunia otomotif, kirim saja ke email kami di otoliputan6@gmail.com

2 dari 2 halaman

Meme Otomotif Pekan Lalu

Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif.

Dalam berbagai jejaring sosial baik itu Facebook, Instagram maupun Twitter, gambar/foto lucu atau yang biasa disebut Meme kerap ditemui.

Berbagai hal bisa dijadikan Meme menarik, tidak terkecuali yang berkaitan dengan otomotif. Salah satunya seperti meme unggahan akun Instagram @meme_mobil.

Meme tersebut memperlihatkan percakapan antara seorang perempuan dengan laki-laki. Perempuan tersebut bertanya kendaraan apa yang dipakai oleh laki-laki. Laki-laki tersebut menjawab menggunakan Supra.

Tak puas dengan kendaraan yang digunakan, perempuan tersebut pun terlihat kecewa dan berpura-pura ada janji. Namun, rupanya Supra yang digunakan oleh laki-laki tersebut adalah mobil sport Toyota Supra.

Nah, jika Anda memiliki meme menarik seputar dunia otomotif, kirim saja ke email kami di otoliputan6@gmail.com

Aston Martin James Bond Terjual Rp 91 Miliar

Liputan6.com, Monterey – Aston Martin DB5 lansiran 1965 terjual seharga Rp91 miliar dalam acara pelelangan mobil klasik di Monterey, California, Amerika Serikat. Bukan kendaraan sembarangan, mobil ini pernah digunakan untuk promosi film James Bond “Thunderball” pada 1965.  

Uniknya, mobil ini memiliki semua gadget yang ada dalam film. Dilansir cnn.com, bukan hanya sebagai properti, peralatan tersebut benar-benar bisa digunakan. Gadget yang ada terdiri dari bulletproof screen, smoke screen, nail spreader, dan oil slick maker yang dapat berfungsi.

Selain itu terdapat pula pelat nomor yang dapat berputar dan berganti. Dikendalikan menggunakan tombol yang bertuliskan B-S-F untuk mengganti pelat British, Swiss dan French.

Terpasang pula senjata api yang berada di bagian depan. Walaupun tidak dapat menembakkan peluru, tetapi senjata tersebut dapat menghasilkan bunyi tembakan yang realistis.

Menariknya, mobil ini tergolong street legal atau boleh dikendarai di jalanan. 

2 dari 3 halaman

Tak Muncul dalam Film

Meskipun hanya untuk promosi dan tidak pernah tampil dalam film, mobil ini merupakan mobil James Bond dengan harga jual paling mahal.

Sebelumnya, mobil James Bond DB5 yang digunakan dalam film terjual Rp 65 miliar pada 2010. Namun mobil tersebut tidak dipasangi oleh gadget.

Selain mobil yang laku pada pelelangan di California ini, terdapat satu mobil serupa yang juga terpasang gadget.

Awalnya, keduanya diciptakan untuk tour di Amerika dalam rangka promosi film Thunderball. Kini mobil satunya berada di Museum Lowman, Belanda.

Penulis: Khema Aryaputra

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Komentar Toyota dan Gesits Terkait Perpres Kendaraan Listrik

Liputan6.com, Jakarta – Hadirnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik disambut baik beberapa Agen Pemegang Merek (APM) otomotif di Indonesia.

Resmi ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pemerintah ingin mendorong pelaku industri otomotif membangun mobil listrik di Indonesia.

Resmi dirilis ke publik, Perpres diketahui mengatur secara detail perkembangan mobil listrik serta industri terkait, tak terkecuali insentif yang diberikan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengaku masih menunggu aturan lanjutan terkait Perpres, seperti pajak.

“Ini kan Perpres jadi kita masih menunggu bagaimana aturan di bawahnya, dari menteri atau badan pemerintahan lain. Contohnya dua yang sedang kita tunggu pertama masalah PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), karena itu kan salah satu yang kita dengar di GIIAS dari menteri keuangan,” kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy di Jakarta.

Hal kedua diakui Anton berkaitan dengan peraturan produksi kendaraan ramah lingkungan karena Perpres dinilai memiliki tujuan terkait hal itu.

“Kemudian bagaimana peraturan untuk produksi, karena memang kembali lagi Perpres ini tujuan akhirnya, salah satunya ingin supaya dunia otomotif di Indonesia itu bisa melakukan produksi mobil-mobil elektrifikasi dan juga masuk ke market Indonesia bayangannya kira-kira 20 persen ditahun 2025,” ujar Anton.

2 dari 2 halaman

Gesits

Komentar dukungan juga terucap dari Harun Sjech, CEO, PT GESITS Technologies Indo (GTI). Ia menilai Perpres kendaraan listrik merupakan langkah pemerintah untuk mendukung hadirnya alat transportasi masa depan.

“Baguslah, Perpres itukan sudah mencakup semua bidang. Saya pikir sudah mencerminkan niatan pemerintah untuk mengembangkan industri teknologi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Harun.

Meski demikian, Harun juga menunggu peraturan lanjutan dari kementrian terkait untuk mendorong hadirnya kendaraan listrik di Tanah Air.

“Tapi itu pasti akan akan ada peraturan lanjutannya dari beberapa kementrian. Jadi Perpres sudah mewakili semua pihak, semoga nanti untuk peraturan turunannya juga akan sangat membantu,” ujar Harun.

Perpres Terbit, Mobil Listrik Made in Indonesia Bidik Pasar Australia

Liputan6.com, Jakarta – Produksi mobil di Indonesia saat ini tidak hanya didorong untuk memenuhi pasar domestik. Lebih dari itu, kendaraan asli buatan Tanah Air diharapkan mampu meningkatkan jumlah ekspor ke berbagai negara di pasar global.

Kekuatan industri otomotif dalam negeri sendiri, juga akan dipacu melalui peningkatan kapasitas seiring dengan masuknya sejumlah investasi. Pada periode Januari hingga Juni 2019, produksi mobil sudah mencapai 600 ribu unit. Sedangkan penjualan di Tanah Air sebesar 500 ribu unit.

“Naiknya penjualan juga didorong dari penyelenggaraan pameran, seperti gelaran GIIAS beberapa waktu lalu yang menampilkan banyak model kendaraan baru termasuk yang mempunyai emisi rendah,” terang Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto, di kantornya, Kamis (15/8/2019).

Kemenperin mencatat, produksi otomotif nasional pada tahun lalu mencapai angka 1,2 juta unit. Adapun pemerintah menargetkan produksi dalam negeri terus meningkat hingga mencapai 2 juta unit pada 2030.

Sementara itu, Indonesia membidik produksi mobil bertenaga listrik bakal menyentuh 20 persen dari total produksi pada 2025.

“Kalau kita bicara kendaraan EV, ada mulai dari hybrid, PHEV, termasuk juga fuel cell,” sebutnya. Dalam hal ini, pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri.

Akselerasi itu diwujudkan melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Harapannya, para pelaku industri otomotif di Indonesia segera merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

2 dari 2 halaman

Maksimalkan Perpres

Dijelaskan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam Perpres tersebut, akan diatur juga mengenai pengoptimalan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Untuk kendaraan beroda empat atau lebih misalnya, TKDN minimun 35 persen sampai tahun 2021 dan di tahun 2030 bisa sebesar 80 persen.

Hal itu juga memungkinkan upaya ekspor otomotif nasional ke Australia. “Karena dalam skema kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), ada persyaratan 40 persen TKDN, sehingga kami sinkronkan dengan fasilitas yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Menperin, pemerintah sedang memfinalisasi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Dalam skema PPnBM yang baru, akan ditambahkan parameter penghitungan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Ini juga untuk menyesuaikan minat pasar global, sehingga kita bisa mendorong produksi kendaraan seperti sedan,” pungkasnya.

Top3 Berita Hari Ini: Pembatasan Mobil dan Syarat Impor Mobil Listrik

Liputan6.com, Jakarta Segera, pembatasan mobil bermesin cetus api segera berlaku. Tujuannya untuk meningkatkan volume mobil listrik. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Siap-Siap, Pemerintah Akan Batasi Kendaraan BBM Secara Bertahap

Hadirnya mobil listrik dikabarkan siap menggantikan mobil-mobil yang masih menggunakan BBM seperti bensin, solar, dan biodiesel B20. Hal ini seiring dengan pengembangan mobil listrik di Indonesia setelah regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dinilai sebagai kendaraan masa depan, kendaraan listrik tidak memiliki gas buang layaknya kendaraan konvensional yang ada saat ini. Karena itu, kendaraan ini diklaim lebih ramah lingkungan dan hemar energi. Selengkapnya baca di sini.

2. SUV Baru Honda Bertampang Accord, Bodinya Mirip CR-V

Muncul sebuah SUV anyar berlabel Honda, namun bukan CR-V. Ia diberi nama Honda Breeze. Unit punya platform yang sama dengan CR-V, tapi bermuka lebih mirip sedan Accord terbaru.

Anda bisa melihat semua sisi eksterior. Mulai dari depan, mata lebih menyipit dan pakai teknologi LED. Baik pada lampu utama maupun DRL (lampu siang). Selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

3. Ingin Impor Kendaraan Listrik, Ini Syarat yang Ditetapkan Pemerintah

Peraturan Presiden (Perpres), terkait Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi ditandatangani beberapa waktu lalu.

Hal ini memberi pertanda perkembangan mobil listrik di Indonesia, baik hybrid, plug-in hybrid, baterai, dan juga energi terbarukan (flexy engine) bakal bergerak lebih cepat dalam beberapa waktu ke depan. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Kedua Putra Jokowi Jajal Toyota Supra dan Mobil Hybrid

Liputan6.com, Jakarta – Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Test Drive Experience (TDE) Toyota di Sunter, Jakarta Utara. Kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Toyota Supra dan mobil hybrid.

Kakak beradik ini berkunjung ke beberapa fasilitas yang dimiliki Toyota, seperti Test Drive Experience (TDE) area, ruang makan karyawan (kantin), dan Product Planning and Development (PPD) area.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, kedua anak Jokowi ini sempat menjajal mobil hybrid, yaitu Alphard Hybrid dan Camry Hybrid.

“Mereka juga berkesempatan mencoba produk baru kami ‘Supra’. Mas Kaesang mengendarai Supra tersebut dan didampingi Mas Gibran,” kata dia. Demikian seperti dikutip dari Dream.co.id.

Diketahui, Toyota Supra merupakan salah satu mobil impian Kaesang. Pertama kali hal itu diketahui saat Kaesang mengunjungi booth Toyota Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di ICE BSD, pertengahan Juli 2019.

2 dari 3 halaman

Mengunjungi Kantin

Soerjo mengatakan di makan, Kaesang dan Gibran melihat desain kantin bergaya milenial dan ada perlengkapan hiburan, seperti meja biliar dan Play Station.

Dia mengatakan kunjungannya ditutup dengan penjelasan tentang pengembangan produk lokal yang dilakukan oleh para insyinyur Toyota Astra Motor (TAM).

“Mereka juga dapat melihat beberapa kendaraan ‘konsep’ yang pernah diperlihatkan pada ajang Indonesia Auto Show sebelumnya, seperti Yaris Legian dan Sienta Ezzy,” kata dia.

Sumber: Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Tak Cuma Kendaraan Listrik, Pemerintah Dorong Ekspor Mobil Konvensional

Liputan6.com, Jakarta – Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang diandalkan oleh pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih pencapaian ekspor dari produksi mobil dan motor di dalam negeri menjadi sasaran yang berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0.

Dijelaskan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto pihaknya optimistis, sektor otomotif bisa menjadi primadona untuk mendongkrak ekspor nasional.

“Targetnya pada 2030, industri otomotif di Indonesia ada yang menjadi champion, baik itu untuk produksi kendaraan internal combustion engine (ICE) atau electrified vehicle (EV),” jelas Harjanto, di kantornya, Kamis (15/8/2019).

Lanjut harjanto, guna menggenjot nilai ekspor dari sektor otomotif, Kemenperin fokus mendorong penguatan rantai pasok dan pendalaman struktur manufakturnya.

“Kami berusaha untuk terus menumbuhkan ekspornya, sehingga pada tahun 2025, industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar satu juta unit ke lebih dari 80 negara,” tambahnya.

Oleh sebab itu, pengembangan produktifitas dan daya saing industri otomotif perlu sejalan dengan pengembangan industri komponen.

Hal tersebut, karena produk industri alat-alat kendaraan bermotor merupakan bagian dari rantai pasok bagi original equipment manufacturer (OEM), maupun layanan purna jual industri kendaraan bermotor, yang memiliki pangsa pasar sangat luas baik domestik maupun ekspor.

“Jadi, sektor tersebut juga berpeluang untuk terus dikembangkan teknologinya sehingga mampu bersaing di pasar global,” ujar Harjanto.

2 dari 2 halaman

Perusahaan komponen dalam negeri

Sebagai informasi, secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam tier 1, tier 2 dan tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Potensi industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan.

Pada 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta juta.

“Hingga Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut telah melampaui 50 persen dari pencapaian ekspor tahun 2018,” ungkapnya.

Tahun 2019, ekspor mobil produksi Indonesia ditargetkan menembus di angka 400 ribu unit.

“Kita sudah ekspor ke lebih dari 80 negara, dengan lima negara tujuan utamanya, antara lain Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam,” pungkasnya.

Hadapi Tantangan Industri 4.0, Toyota Gelar Kompetisi IT

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia dan menghadapi tantangan industri 4.0, PT Toyota-Astra Motor secara resmi menggelar Toyota Fun/Code atau ajang kompetisi di bidang Information Technology (IT).

Melalui tema “fun, futuristic, informative”, peserta ditantang melakukan kreativitas untuk membangun aplikasi bagi masyarakat dan pelaku industri otomotif.

“Kompetensi di bidang IT merupakan salah satu kunci utama untuk merebut peluang bisnis di era industri 4.0. Toyota Fun/Code menantang peserta untuk menguji kemampuan mereka dengan membangun atau menciptakan aplikasi yang bisa memberi nilai tambah kepada pelaku industri otomotif dan pelanggan,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy.

Melalui acara ini, keinginan masyarakat diharapkan mampu diwujudkan di era industri 4.0 dengan teknologi digital. Menghadapi era ini, selain mengembangkan fitur kendaraan berbasis digital, TAM juga terus meningkatkan layanan dengan basis yang sama.

Toyota Fun/Code akan diawali dengan workshop di tiga kota, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Puncak acara akan berlangsung selama 24 jam pada November mendatang.

Dalam satu hari peserta individual maupun tim akan diuji kemampuannya sebagai IT Developers dalam menghasilkan aplikasi sesuai tema yang mereka pilih.

Total Hadiah Rp100 Juta

Peserta akan diuji keahliannya di bidang programmer, graphic designers, interface designers, dan project manager. Peserta kompetisi ditantang mengerahkan potensinya di berbagai bidang agar aplikasi yang mereka kembangkan bisa terwujud.

Bagi peserta yang tertarik bisa mendaftar melalui website. Pendaftaran akan ditutup pada 3 Oktober dan pengumuman peserta terpilih akan dilakukan pada 3 November 2019.

Untuk merancang aplikasi, peserta dapat memilih salah satu sub tema yang ditetapkan Toyota yaitu eco driving, education, ownership experience, value chain & trade-in serta disability.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada November 2019 dengan total hadiah sebesar Rp 100 juta untuk 3 peserta terbaik.

“Melalui berbagai sub tema dalam kegiatan Toyota Fun/Code ini, diharapkan akan lahir aplikasi unggulan yang menjadi inovasi bisnis otomotif. Melalui ajang kompetisi ini akan lahir para start-up untuk menginspirasi generasi muda lainnya dalam menghadapi tantangan era industri 4.0,” kata Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto.

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Menepis Stigma Otomasi Ancam Posisi SDM

Liputan6.com, Jakarta – Memasuki revolusi industri 4.0, berbagai industri tak terkecuali otomotif, dituntut lebih efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah melalui penggunaan teknologi robot dalam proses produksi.   

Hal ini menimbulkan perdebatan, apakah teknologi robot akan menggantikan sumber daya manusia (SDM)?

Menanggapi hal tersebut, produsen robot kolaboratif, Universal Robots (UR) menjelaskan bahwa sistem otomasi dan SDM bisa berjalan beriringan.

“Di Indonesia, salah satu klien kami membeli dua robot kolaboratif untuk satu production line, tapi nyatanya mereka tetap menggunakan jumlah SDM yang sama, tidak ada pengurangan. Hasilnya, mereka meningkatkan produksi sebesar 30 persen,” ucap General Manager UR, Sakari Kuikka di sela diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 di Jakarta, Kamis (15/8).

Universal Robots merupakan perusahan alat otomasi dengan fokus pada robot kolaboratif, yang menekankan kolaborasi SDM dengan alat otomasi.

Hal ini diwujudkan melalui kemudahan pengoperasian yang ditawarkan, bahkan pada SDM tanpa skill programming. Robot kolaboratif diklaim hanya membutuhkan waktu empat hari untuk dapat dikuasai dengan sempurna.

2 dari 3 halaman

Penetrasi

Saat ini Universal Robots sedang berusaha melakukan penetrasi produk pada industri otomotif Indonesia.

Salah satunya melalui presentasi dihadapan perwakilan berbagai produsen otomotif yang turut hadir dalam diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 yang diadakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Indonesia.

Penulis: Khema Aryaputra

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Ribuan Motor Antik Bakal Padati Yogyakarta, Ada Apa?

Liputan6.com, Yogyakarta – Ribuan motor antik, seperti BSA, Triumph, Royal Enfield, dan sebagainya, akan memadati area parkir Mandala Krida, Yogyakarta pada 23 sampai 25 Agustus 2019.

Melalui perhelatan Djogjantique Day 2019, masyarakat akan dimanjakan pemandangan serba klasik sesuai dengan tema yang diusung yakni Vintage Paradise.

Aneka motor antik keluaran Eropa di bawah tahun 80 akan menjadi daya tarik utama acara yang diinisasi oleh Motor Antique Club Yogyakarta (MACY).

Seluruh motor tua ini dikendarai secara langsung oleh pemiliknya dan tidak ada satu pun yang diangkut menggunakan kendaraan.

“Mereka mengendarai sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, termasuk rentan mogok karena motor tua,” kata Ardi Sinchan, ketua panitia Djogjantique Day 2019, dalam jumpa pers di Yogyakarta, Kamis (15/8/2019).

Pemandangan klasik juga akan dirasakan pengunjung sejak dari gerbang utama. Diorama otomotif vintage menyambut kedatangan pengunjung.

Tidak hanya itu, selama perhelatan berlangsung akan diputar lagu-lagu tempo dulu. Harapannya, pengunjung dapat merasakan sensasi tersedot ke masa lalu dalam acara ini.

2 dari 3 halaman

Pernak-pernik Barang Antik

Sinchan menyebutkan ada pula Vintage Market dan Festival yang akan menghadirkan para pedagang barang dan pernak-pernik antik serta Vintage Junkyard yang akan menjadi surga bagi para pecinta motor antik.

“Di Vintage Junkyard, para kolektor atau penggila otomotif akan berburu bagian-bagian kendaraan yang sudah sulit ditemukan di pasaran,” ucapnya.

Hiburan berupa musik dan live performance serta kolosal juga akan disuguhkan dalam acara ini. Untuk merangkul pengunjung milenial, grup band Fstvlst.

Menurut Sinchan, kegiatan ini menjadi bentuk interaksi komunitas dengan masyarakat umum di luar motor antik, sekaligus mengembangkan wisata di Yogyakarta.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

PLN Ditunjuk Sebagai Penyedia Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Tren mobil listrik di Indonesia akan berkembang pesat dalam beberapa waktu ke depan. Hal tersebut, ditandai dengan resmi ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam payung hukum tersebut, dijelaskan dengan detail segala sesuatu yang dapat mendukung keberadaan mobil ramah lingkungan ini, termasuk pihak yang bertanggung jawab menyediakan stasiun pengisian listrik.

Tertulis di pasal 23 ayat 1 Perpres mobil listrik, penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL (kendaraan bermotor listrik) Berbasis Baterai, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) dapat dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara bidang energi dan/atau badan usaha lainnya.

Kemudian, di ayat 2 dijelaskan, untuk pertama kali, penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dillaksanakan melalui penugasan kepada PT PLN (Persero).

Ayat 3 menyebutkan, dalam melakukan penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2, PT PLN (Persero) dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara dan/atau badan usaha lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2 dari 3 halaman

Pasal 26

Kemudian, diuraikan kembali di pasal 26 yang berbunyi:

(1) Untuk mempercepat penyediaan infrastruktur pengisian listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, diberikan kemudahan untuk penyesuaian instalasi listrik pada pelanggan listrik yang menggunakan KBL Berbasis Baterai serta pembangunan SPKLU dan/atau tempat penukaran Baterai di tempat umum.

(2) SPKLU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dan Pasal 25 disediakan di lokasi dengan kriteria:

a. mudah dijangkau oleh pemilik KBL Berbasis Baterai;

b. disediakan tempat parkir khusus SPKLU; dan

c. tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

(3) Untuk mempercepat program KBL Berbasis Baterai untuk transportasi jalan, SPKLU disediakan di lokasi:

a. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU);

b. Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG);

c. kantor Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

d. tempat perbelanjaan; dan parkiran umum di pinggir jalan raya.

(4) Instalasi listrik privat berlokasi di:

a. kantor Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; dan

b. hunian atau perumahan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ratusan Motor Listrik dan Puluhan Stasiun Baterai Akan Beroperasi di Bandung

Liputan6.com, Bandung – Kota Bandung siap memiliki 10 stasiun penggantian baterai Battery Exchanger (Bex) untuk motor listrik. Hadirnya 10 stasiun tersebut merupakan bagian dari 30 stasiun yang bakal dibangun oleh pihak swasta, yakni PT. HPP Energy Indonesia.

Rencananya, 10 lokasi stasiun terdapat di jalan AH Nasution, Cikutra, BKR, Pajajaran, Tubagus Ismail, Gatot Subroto, dan jalan Soekarno-Hatta.

Selain stasiun pengisian, HPP Energy Indonesia juga akan menyediakan 270 motor listrik. Siap beroperasi akhir tahun 2019, perwakilan PT. HPP Energy Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Kamis (15/8/2019).

Sebelumnya, kedua pihak juga pernah bertemu pada Februari lalu di tempat yang sama. Atas rencana tersebut, Yana menilai ada keseriusan dari pihak swasta untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di Kota Bandung. Hadirnya motor listrik diharapkan mampu mengurangi emisi gas buang.

“Progresnya berjalan. Nantinya akan ada 10 stasiun pengisian baterai dengan rencana 30 stasiun baterai. Ada tahap kedua, dan ketiga. Kita meminta titik mana saja. Nanti juga akan direkomendasikan untuk tempat yang aman dan cocok untuk pengisian baterai,” kata Yana.

Sementara itu, Research Development Advisor, PT. HPP Energy Indonesia, Hiromi Seto mengungkapkan, pihaknya akan mengujicobakan 270 motor listrik.

“Akan ada 270 motor yang diujicobakan. Kita akan bangun 30 stasiun (BEx), namun di tahap awal akan bangun dulu 10 lokasi,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Menggunakan Sistem Sewa

Seto mengungkapkan, Kota Bandung dipilih sebagai kota percontohan karena generasi mudanya mampu memahami teknologi.

“Teknolgi baru bisa diterima dengan baik. Di Indonesia percontohan hanya dua kota di Kota Bandung dan Denpasar. Untuk Kota Bandung itu B to C (Business to Customer), berbeda dengan Denpasar itu B to B (Business to Business),” jelasnya.

Ia mengungkapkan, motor listrik ini merupakan produksi konsorsium Honda Motor, Panasonic Corporation, Pacific Consultant, dan PT. HPP Energy Indonesia itu mengusung gagasan kendaraan ramah lingkungan dengan konsep efisiensi energi. Perlu diketahui, penggunaan motor tersebut oleh konsumen yaitu dengan sistem sewa.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sejarah di Balik Mobil Dinas Pertama Presiden Soekarno Hasil ‘Rampasan’

Liputan6.com, Jakarta – Bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74, yang jatuh tepat di hari Sabtu, 17 Agustus 2019, sedikit berbicara soal koleksi mobil klasik milik Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno. Selama menjabat jadi orang nomor satu di negara ini, bapak proklamator ini memang tidak lepas dari dunia otomotif.

Bahkan, mobil dinas kepresidenannya, hingga saat ini masih menjadi barang yang wajib diburu oleh pecinta atau kolektor mobil klasik di Tanah Air. Namun, ada cerita menarik di balik mobil dinas pertama sang presiden, yaitu Buick 1937 yang menarik untuk dibahas.

Mengutip dari berbagai sumber, cerita ini berawal dari setelah menjabat jadi presiden, orang terdekatnya menganggap Soekarno harus memiliki kendaraan dinas.

Kemudian, seorang pengikut Soekarno yang setia bernama Sudiro teringat sebuah mobil limousine merek Buick besar yang begitu cantik. Mobil tersebut sejatinya milik seorang Jepang yang menjabat sebagai Kepala Jawatan Kereta Api saat itu.

Kemudian, setelah rumahnya didatangi dan langsung diminta dengan kalimat pembuka ‘Merdeka’. Lalu, si pemilik mobil menyerahkan kuncinya karena orang dekat Soekarno, Sudiro mengatakan hendak mencurinya buat presidenmu.

2 dari 3 halaman

Spesifikasi

Sebagai informasi, mobil Buick merupakan buatan Amerika yang didirikan oleh seorang pebisnis yang bernama David Dunbar Buick. Dalam sejarah Indonesia, Buick pernah dipakai menjadi mobil kepresidenan yakni Buick 8.

Buick 8 limited edition keluaran tahun 1938 digunakan sebagai tunggangan Presiden Soekarno, sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia hingga tahun 1949.

Mobil ini bukanlah mobil yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, melainkan merupakan hasil rampasan dari pemerintahan penjajah Jepang. Memiliki 8 silinder dengan kapasitas mesin 5.247 cc, Buick 8 hanya diproduksi sekitar 1.451 unit saja di dunia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mitsubishi Klaim Triton sebagai Raja Pikap dengan Biaya Kepemilikan Rendah

Liputan6.com, Jakarta – Mitsubishi Triton menguasai segmen pikap 4×4 dengan perolehan mencapai 65 persen. Dengan pencapaian ini, pabrikan berlambang tiga berlian itu dengan percaya diri menyebut Triton sebagai rajanya pikap 4×4.

“Triton memperoleh 65 persen market share di kelas 4×4. Di pick-up segment Triton King of the King di Indonesia. Tidak berhenti sampai di situ, kami menginginkan challange sampai jauh lagi,” tutur Naoya Nakamura, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di BSD, Tangerang.

Disebutkan, 90 persen penjualan Mitsubishi Triton didominasi oleh konsumen fleet. Dan hadirnya model terbaru dari Triton nyatanya tidak membuat Mitsubishi untuk mematok target terlampau tinggi untuk semakin mengokohkan posisinya.

“Target kami bukan target pasar. Tapi untuk menyediakan produk dan layanan terbaik, agar kepuasan maksimal konsumen tercapai. Kalau sudah begitu, konsumen bakal mengapresiasi produk dan secara bertahap market share naik,” ujar Nakamura.

Sementara itu, Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI menyebutkan, target penjualan New Triton tidak jauh berbeda dengan pendahulunya hal ini dipengaruhi oleh kondisi pasar yang kurang menggeliat.

“Target penjualan sebetulnya antara 900 – 1.000 unit per bulan. Sebelumnya juga sekitar segitu. Karena pasarnya juga turun. Jadi dengan target segitu, sebetulnya market share sudah naik. Dari tadinya 60, naik ke 62, 63 dan 65 (persen), tutur Irwan.

2 dari 2 halaman

Biaya Kepemilikan Rendah

Lebih lanjut Irwan menyampaikan, biaya kepemilikan Triton lebih rendah dibanding kompetitornya. Hal ini tentu memberikan keuntungan kepada konsumen.

“Data aktual di lapangan yang kami kumpulkan. Pertama biaya perawatan dari 0 sampai 40.000 km, konsumen mendapat gratis biaya servis dan suku cadang. Jadi praktis, tinggal mengisi bahan bakar saja. Sedang untuk 50.000 sampai 100.000 km, New Triton tetap lebih ekonomis dibandingkan kompetitor,”

Sekadar informasi, jasa servis dari nol hingga 40 ribu kilometer (km) masih gratis. Konsumen baru dibebankan biaya servis berkala pada 50 ribu km sebesar Rp 1.454.350.

Sedang pada 60 ribu km Rp 3.050.850. Pada 70 ribu, Rp 1.368.600 dan naik kembali pada 80 ribu km yakni Rp 3.450.600. Pada kilometer ke 90 ribu dan 100.000, biaya servis Triton Rp 1.445.600 dan Rp 2.849.600.

Jokowi Ingin Indonesia Berani Ekspansi Mobil Listrik ke Pasar Global

Liputan6.com, Jakarta – Setelah resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik di Indonesia Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga ingin membangun industri mobil listrik secara mandiri.

“Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mendorong pelaku industri untuk berani melakukan ekspansi bukan hanya di Indonesia tapi juga ke mancanegara.

“Kita harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri. Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan,” tutur Jokowi.

2 dari 3 halaman

Jokowi Mengenakan Baju Adat Sasak

“Pengusaha-pengusaha dan BUMN-BUMN kita harus berani menjadi pemain kelas dunia. Itu yang harus kita lakukan. Talenta talenta kita harus memiliki reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional itu yang harus kita siapkan. Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, from local to global,” ucap Jokowi.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Sasak, Nusa Tenggara Barat, saat mengikuti sidang bersama DPD-DPR di kompleks parlemen. Jokowi masuk ke ruang sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (16/8/2019).

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Jokowi Imbau Masyarakat Bersiap Gunakan Bahan Bakar B30

Liputan6.com, Jakarta – Menjadi agenda rutin tahunan kenegaraan menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Sidang Tahunan MPR 2019, Jumat (16/8/2019).

Dalam pidato, Jokowi memaparkan pencapaian serta kinerja lembaga negara sepanjang tahun 2018-2019, tak terkecuali dorongan untuk industri otomotif.

Tak hanya mobil listrik yang menjadi sorotan, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengimbau masyarakat untuk bersiap menggunakan bahan bakar biodiesel B30.

“Kita sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30 persen biodiesel,” kata Jokowi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan ke depannya Indonesia bisa menggunakan 100 persen biodiesel. “Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Avtur Berbahan Sawit

Saat ini Indonesia tak lagi melakukan impor avtur untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meski demikian, Jokowi mangaku ingin terus melakukan inovasi, termasuk menggunakan sawit untuk memproduksi avtur.

“Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur, kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit,” tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Taksi Online Memperburuk Kemacetan di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – Keberadaan taksi online di Jakarta rupanya dianggap memperburuk keadaan lalu lintas. Hal tersebut diungkapkan oleh Indonesia Traffic Watch (ITW), menanggapi Menteri Perhubungan Budi Karya yang ingin taksi online bebas dari Ganjil Genap.

“ITW menyayangkan keinginan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meminta agar taksi online mendapat pengecualian dari kebijakan ganjil genap (gage),” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan di Jakarta, Rabu (14/8).

Dia memastikan kemacetan lalu lintas khususnya di Ibu kota juga dipicu sikap Kementerian Perhubungan yang membiarkan kendaraan pribadi beroperasi sebagai angkutan umum. Alhasil jumlahnya semakin membludak dan tak terkendali.

Edison mengungkapkan, Permenhub 32 tahun 2016 dan Permenhub 26 tahun 2017 serta Permenhub 108 tahun 2017, tentang angkutan umum dengan kendaraan bermotor roda empat berbasis aplikasi tidak signifikan menuntaskan persoalan angkutan umum berbasis online.

“Sebaiknya Menhub baca dan pelajari dulu Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Supaya paham apa itu syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh kendaraan bermotor yang digunakan sebagai angkutan umum,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

2 dari 3 halaman

Belum Memenuhi Syarat

Ribuan kendaraan bermotor, dia menambahkan, belum memenuhi syarat sebagai angkutan umum, tetapi bebas beroperasi hingga berakibat pada beban kapasitas tampung jalan.

“Menhub juga kembali membuat kebijakan yang melanggar aturan. Yaitu lewat kebijakan Permenhub Nomor 12 tahun 2019 tentang keselamatan sepeda motor yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Edison mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 41/PUU-XVI/2018 menolak permohonan judicial riview yang diajukan oleh puluhan pengemudi ojek daring agar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 mengakomodasi sepeda motor sebagai angkutan umum.

“Sebaiknya Menhub menyampaikan data dan informasi yang akurat berapa jumlah angkutan umum berbasis aplikasi yang sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan berlaku,” tutupnya.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

HR-V Disuntik Mati, Honda Fokus Produksi Sepeda Motor

Liputan6.com, Campana – Mulai tahun 2021, Honda akan berhenti berhenti memproduksi mobil di Inggris dan Turki. Selain itu, rencana serupa akan diterapkan di Argentina.

Dilansir Carscoops, Honda bakal menyudahi produksi mobil di Argentina mulai tahun 2020. Saat ini, Honda Motor de Argentina SA (HAR), memproduksi mobil dan motor.

Honda mengumumkan bahwa crossover HR-V di pabrik Campana, Provinsi Buenos Aires, tak lagi diproduksi tahun depan. Mulai 31 Mei 2020, pabrik itu akan berfokus pada produksi sepeda motor. Pabrik Campana saat ini memproduksi Honda Wave, CG150, dan XR150L.

Honda mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur bisnis mobilnya dalam menghadapi perubahan pada industri mobil di seluruh dunia. Mereka ingin mengoptimalkan alokasi produksi mobil dan kapasitas produksi pada basis global.

Meski menyudahi produksi mobil, Honda akan melanjutkan penjualan mobil dan layanan purna jual di Amerika Selatan.

2 dari 3 halaman

Nasib 500 Karyawan Belum Jelas

Honda memproduksi sepeda motor di Argentina sejak 2006, sedangkan produksi mobil dimulai pada 2011. Awalnya mereka memroduksi City dan HR-V.

Pabrik Campana memiliki sekitar 1.000 karyawan. Nasib setengah dari jumlah tersebut tidak jelas saat ini. Menurut Reuters, Honda sedang dalam pembicaraan dengan serikat pekerja lokal untuk menawarkan buyout pekerja yang terlibat dalam produksi mobil.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mobil Listrik Peugeot e-208 Resmi Meluncur, Berapa Harganya?

Liputan6.com, Jakarta – Menyambut era kendaraan listrik, Peugeot Inggris resmi ikut meluncurkan satu model ramah lingkungannya, e-208. Mobil bergaya hatchback ini resmi bisa dipesan, dan bakal dikirim ke konsumennya awal 2020.

Tersedia dalam empat varian, yaitu e-208 Active berbanderol 28.550 poundsterling (setara Rp494 juta), Allure dilepas 29.750 poundsterling (setara Rp515 juta), GT Line dijual 31.600 poundsterling (setara Rp547 juta), dan GT (Top-line) seharga 33.150 poundsterling (setara Rp574 juta).

Keempat varian e-208 tersebut, masing-masing dilengkapi dengan tiga pilihan mode berkendara yaitu Sport, Normal, dan Eco. Selain versi listrik, all new Peugeot 208 juga tersedia mesin bensin dan diesel.

All new Peugeot 208 mewakili langkah pertama visi Peugeot dalam memberi pelanggan kami Power of Choice,” ungkap David Peel, Managing Director Peugeot Inggris, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Kamis (15/8/2019).

Spesifikasinya, seluruh varian yang dijual dilengkapi dengan motor listrik 100 kW, baterai 50kWh dengan jarak tempuh 339 km, dan kecepatan pengisian daya hingga satu jam (sesuai dengan kapasitas charger). Selain itu, mobil ini juga dilengkapi ASB (Active Safety Brake) yang secara otomatis akan melakukan pengereman ketika ada halangan mendadak di depan kendaraan.

Peugeot e-208 ini juga sudah dilengkapi spion elektris dengan heater mencegah terjadinya pengembunan, Air Conditioner (AC) yang dapat menyala secara otomatis sebelum dikendarai.

2 dari 3 halaman

Spesifikasi Lengkap

Sementara itu, tipe Allure akan mendapatkan tambahan 3D Holographic HUD pada i-Cockpit, yang dapat dikostumisasi dari tipe sebelumnya. Sedangkan tipe premium dari Peugeot e-208 GT Line, mendapatkan beberapa tambahan fitur yaitu ASB Night Function, pendeteksi pejalan kaki dan pengguna sepeda, dan juga interior lighting ambience dalam delapan warna.

Tipe premium teratas GT (Top-line) ditambah lagi dengan fully automated parking assistance, adaptive cruise control, lane assist, blind spot monitoring, dan layar LCD layar sentuh yang lebih besar pada 3D i-Cockpitnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Top3: Pembatasan Kendaraan Penenggak BBM dan Persiapan Industri 4.0

Liputan6.com, Jakarta Peraturan Presiden (PP) tentang kendaraan listrik sudah keluar. Salah satunya berisi pembatasan kendaraan yang menggunakan motor bakar alias peminum BBM. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Siap-Siap, Pemerintah Akan Batasi Kendaraan BBM Secara Bertahap

Hadirnya mobil listrik dikabarkan siap menggantikan mobil-mobil yang masih menggunakan BBM seperti bensin, solar, dan biodiesel B20. Hal ini seiring dengan pengembangan mobil listrik di Indonesia setelah regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dinilai sebagai kendaraan masa depan, kendaraan listrik tidak memiliki gas buang layaknya kendaraan konvensional yang ada saat ini. Karena itu, kendaraan ini diklaim lebih ramah lingkungan dan hemar energi. Selengkapnya baca di sini.

2. Menyongsong Industri 4.0, Bagaimana Nasib Pekerja Pabrik Otomotif di Indonesia?

Menyongsong revolusi industri 4.0, berbagai lini industri di Indonesia tengah bersiap, dan tidak terkecuali industri otomotif. Bahkan, industri mobil dan motor ini, menjadi salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0 dengan ditargetkan menjadi basis produksi kendaraan konvensional dan listrik untuk pasar domestik dan ekspor.

Namun, para pelaku industri ini dituntut untuk dapat memahami, mempersiapkan, dan mengikuti perubahan yang ada, termasuk penggunaan robot di pabrik saat proses produksi kendaraan. Selengkapnya baca di sini.

3. Pemotor Berhenti di Lampu Lalu Lintas Tanpa Menurunkan Kaki Kembali Beraksi

Kemampuan untuk mengontrol kendaraan adalah hal yang wajib dimilik pengendara sepeda motor. Hal ini berkaitan erat dengan keseimbangan saat kendaraan melaju di kondisi lalu lintas yang lancar, padat atau macet.

Namun, skill keseimbangan mengontrol sepeda motor ini tentu tidak diterapkan bila berhenti saat berhadapan dengan lampu lalu lintas. Hal itu ternyata tak berlaku bagi pengendara motor satu ini. Selengkapnya baca di sini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Sambut Industri Otomotif 4.0, Begini Cara Perusahaan Robot Kenalkan Produknya di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Menyongsong era industri 4.0, berbagai lini industri di Tanah Air tengah mempersiapkan diri. Tidak hanya pelaku, tapi juga berbagai perusahaan yang mendukung era perubahan produksi produk, dan tidak terkecuali otomotif.

Salah satu jenama yang siap masuk ke Indonesia, untuk mendukung tren penggunaan teknologi tinggi di industri otomotif, adalah Universal Robots (UR). Perusahaan asal Denmark ini, memperkenalkan produk automasi robot kolaboratif pada industri otomotif Indonesia. 

Perkenalan ini dilakukan di sela-sela diskusi yang diadakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot), dengan tema Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0, yang berlangsung di Metro Coffee, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Robot kolaboratif ini sendiri, merupakan mesin automasi yang menekankan kolaborasi antara sumber daya manusia (SDM) dan teknologi robot dalam pengoperasiannya. Dihadiri oleh beberapa perwakilan dari produsen otomotif seperti Daihatsu, Wuling, DFSK, dan lain sebagainya, produk ini dipresentasikan langsung oleh General Manager UR, Sakari Kuikka.

2 dari 3 halaman

Kemudahan Sistem Operasi

Dalam presentasinya, dijelaskan terkait kemudahan operasi sistem menjadi salah satu pembeda antara robot kolaboratif dengan robot industri tradisional. 

“Tanpa perlu pengetahuan mengenai programming, SDM hanya membutuhkan proses belajar selama empat hari untuk dapat mengoperasikan robot kolaboratif dengan lancar,” jelas Sakari.

Dalam penggunaannya, sebuah alat berbentuk tablet digunakan untuk mengatur setting dari robot kolaboratif. Setelah diatur sesuai keinginan, robot kolaboratif akan merekam pergerakan yang ingin dilakukan, beserta dengan berbagai pengaturan seperti kecepatan dan lainnya. Robot kolaboratif UR juga menonjolkan aspek ringkas dan multifungsi. Dengan ukuran relatif kecil dan bobot di bawah 29 kg, alat ini mampu melakukan beragam fungsi seperti penggabungan komponen, pengecatan, penyekrupan dan lain sebagainya. 

3 dari 3 halaman

Daya Tahan Bobot Terbatas

Saat ini, robot kolaboratif milik UR masih terbatas pada kemampuan menahan beban sebesar 10 kg. Dengan batas beban ini, robot kolaboratif baru mampu digunakan untuk membantu produksi komponen kendaraan tier dua hingga tiga. Namun, UR tidak menutup kemungkinan terhadap peningkatan batas beban di masa depan. 

“Produk UR memiliki limitasi tertentu terkait bobot agar tetap bisa tergolong sebagai robot kolaboratif. Kami belum tau berapa batasnya, tetapi kami akan mencoba untuk memaksimalkan limitasi tersebut,” pungkas Sakari.

Penulis: Khema Aryaputra

Daftar Insentif dari Pemerintah yang Diatur Perpres Kendaraan Listrik

Liputan6.com, Jakarta – Salinan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik resmi dirilis ke publik. Dalam payung hukum tersebut, diatus secara detail terkait perkembangan mobil emisi rendah ini, dan tidak terkecuali insentif yang diberikan pemerintah.

Pada pasal 17 Pepres Nomor 55 Tahun 2019, tentang Percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan, disebutkan pada poin satu, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan insentif untuk mempercepat program KBL Berbasis Baterai untuk transportasi jalan.

Sedangkan di poin dua, insentif sebagaimana dimaksud pada ayat satu, berupa insentif fiskal dan insentif nonfiskal. Kemudian, insentif sebagaimana dimaksud pada ayat dua diberikan kepada:

a. perusahaan industri, perguruan tinggi, dan/atau lembaga penelitian dan pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri KBL Berbasis Baterai;

b. perusahaan industri yang mengutamakan penggunaan prototipe dan/atau komponen yang bersumber dari perusahaan industri dan/atau lembaga penelitian dan pengembangan yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri KBL Berbasis Baterai dalam negeri;

c. perusahaan industri yang memenuhi TKDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan yang melakukan produksi KBL Berbasis Baterai dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9;

d. perusahaan industri komponen KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10;

e. perusahaan industri KBL Berbasis Baterai Bermerek Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14; f. perusahaan yang menyediakan penyewaan Baterai(battery swap) sepeda Motor Listrik;

g. perusahaan industri yang melakukan percepatan produksi serta penyiapan sarana dan prasarana untuk penggunaan KBL Berbasis Baterai;

h. perusahaan yang melakukan pengelolaan limbah Baterai;

i. perusahaan yang menyediakan SPKLU dan/atau instansi atau hunian yang menggunakan instalasi listrik privat untuk melakukan pengisian listrik KBL Berbasis Baterai;

j. perusahaan angkutan umum yang menggunakan KBL Berbasis Baterai; dan

k. orang perseorangan yang menggunakan KBL Berbasis Baterai.

2 dari 4 halaman

Pasal 19

(1) Insentif fiskal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) dapat berupa:

a. insentif bea masuk atas importasi KBL Berbasis Baterai dalam keadaan terurai lengkap (Completely Knock Down/CKD), KBL Berbasis Baterai dalam keadaan terurai tidak lengkap (Incompletely Knock Down/ IKD), atau komponen utama untuk jumlah dan jangka waktu tertentu;

b. insentif pajak penjualan atas barang mewah;

c. insentif pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah;

d. insentif bea masuk atas importasi mesin, barang, dan bahan dalam rangka penanaman modal;

e. penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor;

f. insentif bea masuk ditanggung pemerintah atas importasi bahan baku dan/atau bahan penolong yang digunakan dalam rangka proses produksi;

g. insentif pembuatan peralatan SPKLU,

h. insentif pembiayaan ekspor;

i. insentif fiskal untuk kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri komponen KBL Berbasis Baterai;

j. tarif parkir di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah;

k. keringanan biaya pengisian listrik di SPKLU;

l. dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur SPKLU;

m. sertifikasi kompetensi profesi bagi sumber daya manusia industri KBL Berbasis Baterai; dan

n. sertifikasi produk dan/atau standar teknis bagi perusahaan industri KBL Berbasis Baterai dan industri komponen KBL Berbasis Baterai.

(2) Pemberian insentif fiskal sebagaimana dimaksud padaayat (1) diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

(3) Pemberian insentif pembebasan atau pengurangan pajak daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berupa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea BalikNama Kendaraan Bermotor (BBNKB) diatur lebih lanjut dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.

3 dari 4 halaman

Pasal 20

(1) Insentif nonfiskal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17ayat (2) dapat berupa:

a. pengecualian dari pembatasan penggunaan jalantertentu;

b. pelimpahan hak produksi atas teknologi terkait KBL Berbasis Baterai yang lisensi patennya telah dipegang oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah; dan

c. pembinaan keamanan dan/atau pengamanan kegiatan operasional sektor industri guna keberlangsungan atau kelancaran kegiatan logistik dan/atau produksi bagi perusahaan industri tertentu yang merupakan objek vital nasional.

(2) Pemberian insentif nonfiskal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Komponen Lokal Mobil Listrik Harus 80 Persen, Ini Tanggapan Gaikindo

Liputan6.com, Jakarta – Peraturan Presiden (Perpres) terkait percepatan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia telah resmi ditandatangani Presiden Joko Widodo. Beleid ditetapkan pada 8 Agustus 2019, dan diundangkan pada 12 Agustus 2019. Dalam isi Perpres tersebut, tepatnya di pasal 8, untuk kendaraan roda empat atau lebih pada 2030 dan seterusnya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimum sebesar 80 persen.

Menanggapi isi Perpres tersebut, Sekertaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menyambut baik dan mendukung keputusan tersebut. Pasalnya, hal tersebut memang harus dilakukan pabrikan otomotif di Indonesia yang terjun ke pasar mobil listrik, dan jangan sampai industrinya beralih ke negara lain.

“Tapi yang perlu kita sampaikan, adalah bagaimana meningkatkan daya saing. Kemudian, industri otomotif ini kan tidak hanya berdiri sendiri,” jelas Kukuh di sela-sela diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0, yang diadakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Kamis (15/8/2019).

Lanjutnya, dalam mata rantai industri otomotif, ada juga berbagai perusahaan komponen yang ada di dalamnya, dan benar-benar harus dipikirkan untuk menuju era kendaraan ramah lingkungan ini.

“Ambil contoh misalnya, 10 tahun lalu. Mobil itu berubah, Indonesia memiliki sumber daya karet yang cukup banyak, dan akan jauh lebih menguntungkan kalau punya pabrik karena bahan bakunya di Indonesia. Demikian juga kalau dibuat bikin ban, itu bisa untuk segala macam mobil, dan membuat ban yang dibutuhkan oleh negara di luar Indonesia,” tambahnya.

Analogi tersebut, berlaku juga untuk mobil listrik yang bakal berkembang dalam beberapa waktu ke depan. Indonesia, memiliki cobalt yang bisa dikembangkan untuk baterai, walaupun ada juga material yang tidak ada di Tanah Air.

“Kalau ini dikembangkan dengan sumber daya alam yang ada di Indonesia, kita akan mampu meningkatkan daya saing kita. Bukan dengan mereka yang hanya memanfaatkan insentif saja,” pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Pasal 8 Perpres Mobil Listrik

b. Untuk KBL Berbasis Baterai beroda empat atau lebih tingkat penggunaan komponen dalam negeri sebagai berikut:

1) Tahun 2019 sampai dengan 2021, TKDN minimum sebesar 35% (tiga puluh lima per seratus);

2) Tahun 2022 sampai dengan 2023, TKDN minimum sebesar 40% (empat puluh per seratus);

3) Tahun 2024 sampai dengan 2029, TKDN minimum sebesar 60% (enam puluh per seratus); dan

4) Tahun 2030 dan seterusnya, TKDN minimum sebesar 80% (delapan puluh per seratus).

(2) Tata cara penghitungan TKDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian dengan melibatkan kementerian/lembaga pemerintah non kementerian dan/atau pemangku kepentingan terkait.

SUV Baru Honda Bertampang Accord, Bodinya Mirip CR-V

Liputan6.com, Jakarta – Muncul sebuah SUV anyar berlabel Honda, namun bukan CR-V. Ia diberi nama Honda Breeze. Unit punya platform yang sama dengan CR-V, tapi bermuka lebih mirip sedan Accord terbaru.

Anda bisa melihat semua sisi eksterior. Mulai dari depan, mata lebih menyipit dan pakai teknologi LED. Baik pada lampu utama maupun DRL (lampu siang).

Garis kromium membentang di antara grille, menyatukan dua rumah lampu utama. Kisi-kisi dan tempat foglamp berlapis plastik hitam. Menyiratkan karakter kokoh sang SUV.

Lalu buritan Breeze juga tidak luput dirombak. Tak seperti CR-V, kluster lampu belakang di bagian atas dihitamkan. Bentuk lampu kini menyipit, seperti huruf ‘L’ terbalik. Jadi posisi lampu seolah tampak lebih melintang.

Kemudian bumper belakang turut direkayasa dengan reflektor tipis. Posisinya menemani dua lubang knalpot trapezoid, bak mobil Eropa. Saat Anda memandangnya, mencuatkan aura yang benar-benar berbeda.

Walau pakai platform yang sama, namun ia sedikit lebih besar. Breeze mempunyai panjang 4,634 mm dibanding CR-V yang hanya 4,585 mm. Lainnya tetap sama: lebar 1,855 mm, tinggi 1,679 mm tinggi dan sumbu roda 2,660 mm.

Yang pasti, dengan perbedaan itu, membuat volume kabin lebih besar. Memungkinkan penguna menikmati ruang lega, bahkan pada baris ketiga sekalipun.

Untuk diketahui, keduanya dipasarkan oleh dua pabrikan yang berbeda. CR-V secara resmi dibikin dan dijual Dongfeng Honda. Sedangkan Breeze dibikin Guangqi Automobile (GAC Honda).

2 dari 2 halaman

Mesin

Acapkali irisan segmen antarproduk amat tipis di sana. Sangat rapat dan label harga yang diberikan tak terpaut jauh. Sebab ratusan merek saling berkompetisi di Cina.

Kalau dibanding market Indonesia, diisi puluhan merek saja. Garis pembeda tiap produk juga jelas. Ambil contoh, CR-V dengan HR-V punya segmentasi pasar, spesifikasi dan banderol yang jauh.

Breeze diposisikan tepat di atas CR-V dan hanya dijual di Cina. Tapi keduanya punya mesin sama. Terpasang engine berkubikasi 1,5 liter VTEC Turbo. Hasil pembakaran internal berupa tenaga maksimal 193 PS. Kemudian momen puntir puncak 234 Nm.

Dan varian yang Anda lihat ini merupakan kasta tertinggi, Breeze Black Edition. Gebyuran cat hitam terlihat pada seluruh atap termasuk sunroof, rumah spion, pelek 18 inci dan beberapa panel eksterior.

Hasilnya jauh lebih menawan dibanding CR-V. Sayangnya belum ada informasi seputar harga, kabin dan kelengkapan fitur. Unit siap dijual pada kuartal keempat tahun ini.

Sumber: Oto.com

Rencana Viar Mengatasi Limbah Baterai Motor Listrik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Viar Motor Indonesia merupakan salah satu pabrikan roda dua yang memasarkan motor listrik di Indonesia, jauh sebelum Perpres ditandatangani oleh Jokowi. Selain menjual motor listrik Q1, mereka juga membuka penyewaan.

Namun, di balik semangat pembudayaan motor listrik yang murah dan ramah paru-paru, ada saja isu miring yang hinggap, yakni mengenai limbah baterai listrik.

Ditanya mengenai hal ini, Viar Motor Indonesia pun justru membuka soal rencana ke depan mereka.

“Jadi ke depannya kami bukan hanya mengembangkan stasiun pengisian listrik tapi juga battery swap, dan recycle,” kata Soetjipto Atmodjo, Direktur Viar Motor Indonesia.

Recycle menjadi kata kunci, sebab menurutnya unsur-unsur pada baterai ini justru bernilai.

“Coba cek aja. Banyak kok yang ambil baterai bekas Tesla. Ini karena bagian-bagiannya bisa digunakan lagi. Lithiumnya itu bernilai,” kata dia.

Dia memang menegaskan bahwa ini baru sebatas rencana ke depan. Namun, saat ini pun battery swap sudah diterapkan termasuk saat mereka melebarkan sayap bisnis motor listrik dengan penyewaan.

2 dari 3 halaman

Penyewaan

Sewa motor Q1 dengan nama Vrent dibuka di Summarecon Mall Bekasi dengan ongkos sewa mulai dari Rp2.500.

Jika konsumen punya masalah teknis di jalan, seperti kehabisan baterai, pihak Vrent punya tim yang langsung mendatangi lokasi penyewa yang mengalami masalah tersebut.

Misalnya skutik mogok karena baterainya habis, maka tim mereka akan datang membawa baterai baru.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Top3 Berita Hari Ini: Isu Kedatangan Honda ADV300 dan Rekaman Pencuri Motor

Liputan6.com, Jakarta Honda ADV tampaknya masih jadi berita hangat di Indonesia. Belum surut dengan Honda ADV150, keluar lagi isu kedatangan ADV300. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Berbasis Honda Forza, ADV300 Diisukan Rilis Akhir Tahun

Dunia roda dua, baru saja dibuat heboh oleh kemunculan ADV150. PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen, sukses menyajikan skutik genre baru.

Melalui tampang yang lebih jantan ketimbang skutik biasa, produk ini mewarnai persaingan di segmen premium 150 cc. Wajar jika animonya positif. Selengkapnya baca di sini.

2. Merekam Pencuri Motor Beraksi, Kelakuan Wanita Ini Bikin Greget

Sebuah video mendadak viral setelah memperlihatkan detik-detik seorang pencuri berhasil mengambil sepeda motor. Berbeda dengan rekaman pada umumnya, bukan pencuri kendaraan yang menjadi sorotan, namun seorang wanita yang merekam aksi tersebut.

Seperti dilansir akun Instagram @dramaojol.id, Rabu (14/8/2019), terlihat pria dengan helm beberapa kali mengawasi lingkungan sekitar sebelum menjalankan aksinya. Selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

3. Yamaha Bersiap Main Motor Trail 150 Cc, Ini Buktinya

Yamaha diam-diam berencana untuk menggarap segmen motor trail 150 cc. Pabrikan berlogo garpu tala itu pun telah mematenkan sepasang nama di Indonesia.

Pada situs resmi Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Indonesia, telah tercantum bahwa Yamaha melalui Yamaha Hatsudoki Kabishiki Kaisah telah mematenkan nama WR155 dengan nomor permohonan DID2018067438. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Cari Motor Bebek Murah, Ini Pilihannya

Liputan6.com, Jakarta – Pamor motor bebek semakin meredup seiring semakin diminatinya skutik. Saking digemarinya oleh masyarakat, pabrikan pun terus menghadirkan produk skutik baru demi memuaskan konsumen.

Segmennya lengkap, mulai dari 110 cc sampai 250 cc. Ini pula yang mendorong tergerusnya pasar moped di Tanah Air. Padahal dari segi perawatan, mereka lebih simple dan murah.

Kemudahan itulah yang masih menjadi acuan bagi sebagian orang. Di samping harganya juga ramah untuk dompet, perihal teknologi pun, motor bebek tak ketinggalan zaman.

Beragam fitur turut disematkan. Tujuannya, ya itu tadi, untuk menggoda calon pembeli. Walaupun, masih ada produsen yang konvensional. Mungkin lagi-lagi demi alasan harga. Biar lebih jelas, mari kita lihat paparan produknya berikut ini:

1. Honda Revo Fit

Dari jajaran motor bebek Honda, model inilah yang paling murah. Banderol Honda Revo Fit dipatok Rp 13 jutaan. Desain tak ubahnya seperti Revo terdahulu. Namun PT Astra Honda Motor (AHM), menyisipkannya dengan sistem pengabutan bahan bakar injeksi (PGM-FI). Teknologi ini diklaim mengefisiensi penggunaan BBM. Kemampuannya meminum bensin dicatat, 1 liter untuk 62,2 km. Maka itu pula dia dijuluki motor bebek paling irit.

Honda Revo Fit, sudah dilengkapi dengan kunci berpengaman magnet (shuttered key). Bedanya motor 110 cc ini cuma menyediakan unit berpelek jari-jari. Sudah pasti ini dipilih demi durabilitas, saat ia dihadapkan dengan berbagai kondisi jalan. Dukungan suspensi ganda tetap jadi andalannya, seperti bebek kebanyakan.

2. Suzuki Smash FI

Dia bukanlah nama baru dalam lini produk PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Dulu, Suzuki Smash pernah berbekal karburator jua. Seiring berjalannya waktu, pengembangan dilakukan. Salah satunya, menerapkan sistem injeksi. Tubuhnya lebih kekinian. Lampu utama besar, sein di bagian tebeng, pelek cast wheel sampai cover knalpot nuansa krom.

Keluaran tenaga dari mesin 113 cc-nya cukup responsif. Inilah salah satu jurus rayuan si bebek seharga Rp 14.450.000. Suzuki Smash FI disebut mumpuni dibetot, lantaran jantung mekanisnya memadukan Leap Technology. Membuatnya cekatan berakselerasi, namun digadang masih irit.

2 dari 3 halaman

3. Yamaha Vega Force

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tetap meyakini segmen bebek masih banyak peminatnya.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIIM), pernah meniagakan Yamaha Vega selama beberapa periode. Dimulai dari Yamaha Vega hingga Vega RR (2001-2015). Saat Vega RR dipasarkan pada 2013, Yamaha Vega Force turut mengaspal. Tinggallah Vega Force sendiri yang bermain di segmen bebek entry level Yamaha.

Banderolnya terbilang mahal dari kompetitor. Yamaha Vega Force dipasarkan Rp 16 jutaan. Namun pembelinya bisa jadi bangga, karena moped satu ini punya desain sporty dan dinamis. Terlebih menilik ke bagian lampu sein depan. Pun begitu dengan pelek dan tarikan garis desain ke wilayah buritan.

Mesin injeksi menjadi andalannya. Kubikasi mesin 114 cc-nya bisa mengail tenaga sedikit lebih besar, ketimbang dua kompetitor di atas. Apalagi jeroannya disenjatai forged piston dan diasil cylinder, ciri khas garputala.

4. TVS Neo XR

Untuk berkompetisi di kelas bebek ekonomis, TVS Indonesia mengusung TVS Neo XR. Keikutsertaannya juga sudah lama, sejak 2012. Sisi menarik dari brand India ada di harga jual. Tentu menggiurkan ketika bebek 110 cc ini hanya Rp 10 jutaan. Sayang, pamornya masih kalah dari pesaing asal Jepang.

Kendati begitu, TVS tak hentinya berusaha. Caranya mencuri perhatian dilakoni dengan bermacam cara. Termasuk soal desain tak biasa, khususnya di area tebeng depan. Kemudian terkait fitur, TVS Neo XR punya beberapa pemikat.

Sebutlah ketersediaan power outlet, guna mengisi daya ulang smartphone. Adanya terapan teknologi eco indicator (iEcono) dan throttle sensor, disebut dapat mengoptimalkan penggunaan BBM. Sayangnya mesin 110 cc milik TVS Neo XR, masih karburator.

Inilah rangkuman 4 motor bebek murah yang ada di Indonesia. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangan. Jika sudah menetapkan pilihan, segera cari paket penawaran terbaik dari diler. Di balik itu, para APM punya alasan kuat untuk mempertahankan segmen bebek.

Toh belum tentu motor jenis skutik, cocok buat masyarakat yang tinggal di dataran tinggi atau perbukitan. Makanya, bebek masih tetap dibuat. Salah satu alasannya, ya kebutuhan konsumen tadi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan Berikut:

Siap-Siap, Pemerintah Akan Batasi Kendaraan BBM Secara Bertahap

Liputan6.com, Jakarta – Hadirnya mobil listrik dikabarkan siap menggantikan mobil-mobil yang masih menggunakan BBM seperti bensin, solar, dan biodiesel B20. Hal ini seiring dengan pengembangan mobil listrik di Indonesia setelah regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dinilai sebagai kendaraan masa depan, kendaraan listrik tidak memiliki gas buang layaknya kendaraan konvensional yang ada saat ini. Karena itu, kendaraan ini diklaim lebih ramah lingkungan dan hemar energi.

Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan untuk menyambut datangnya era mobil listrik, seperti infrastruktur, insentif dan pemahaman masyarakat akan kendaraan ini.

Paham akan hal tersebut, Perpres memiliki beberapa regulasi terkait percepatan program kendaraan bermotor listrik secara rinci, mulai dari Litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang diberikan.

Salah satu yang menyita perhatian terdapat pada Perpres pasal 16 tentang pengendalian penggunaan kendaraan bermotor BBM fosil dalam negeri.

2 dari 3 halaman

Berikut Isinya

(1) Dalam rangka percepatan penggunaan KBL Berbasis Baterai, Pemerintah Pusat dapat melakukan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap.

(2) Pengendalian penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap dilakukan berdasarkan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor nasional.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bocoran Skuter Listrik Hasil Kolaborasi KTM dan Bajaj

Liputan6.com, Jakarta – Kolaborasi Bajaj-KTM juga akan melahirkan sebuah skuter listrik high-end. Hal itu diungkapkan langsung oleh Executive Director Bajaj Auto, Rakesh Sharma. Demikian seperti dilansir Moneycontrol.com.

“Kami masih belum siap menyebut modelnya, skuter atau motor, tapi kami tengah bekerja sama dengan partner kami KTM untuk menciptakan motor listrik,” ujar Sharma.

Dengan demikian, masih ada kemungkinan bahwa mereka nantinya akan merilis naked-bike elektrik, seperti Harley-Davidson Livewire.

Sebelumnya, kolaborasi Bajaj-KTM sempat dikabarkan tengah mengembangkan platform motor listrik. Dengan baterai 48 volt, tenaga yang dihasilkan mencapai 4-13,5 hp.

Kabarnya, basis motor listrik Bajaj-KTM ini akan berada di India. Karena masih pengembangan, produksinya masih dilakukan pada 2022 mendatang.

Sumber: Otosia.com

Punya Uang Rp150 Jutaan, Pilih Toyota Agya Baru atau Yaris Bekas?

Liputan6.com, Jakarta – Bagi Anda yang berminat membeli mobil dengan dana Rp150 jutaan dan Anda mengincar mobil perkotaan Toyota, maka pilihannya adalah Toyota Agya baru atau Yaris bekas.

Jika mengincar Yaris, maka Yaris bekas yang Anda dapatkan adalah generasi ke-2 di Indonesia. Ya, harga Toyota Yaris bekas 2014 – 2015 di pasaran berkisar Rp 150 juta. Malah bisa lebih murah kalau beruntung. Untuk varian Yaris tahun itu punya tiga pilihan tipe. Paling bawah tipe E, tipe G dan yang tertinggi TRD Sportivo. Sedang paling dicari, antara Tipe G dan TRD Sportivo.

Agya varian tertinggi TRD, menawarkan pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed. Transmisi itu bertugas menyalurkan daya dari mesin 4-silinder 1,2 liter dual VVT-i bertenaga 86,8 Tk pada 6.000 rpm dan torsi maksimalnya, 107 Nm pada 4.200 rpm. Angka performa tergolong biasa saja. Yang dikejar malah efisiensi, dengan kapasitas 1.197 cc dan teknologi dual VVT-i.

Bandingkan dengan Yaris generasi 2 yang dijual di sini. Hatchback yang kerap disebut Yaris ‘lele’ itu berbekal mesin 1NZ-FE, 4-silinder 1,5 liter VVT-i DOHC. Tenaganya 107 Tk pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 141 Nm pada 4.200 rpm. Pilihan transmisinya manual 5-speed atau otomatis 4-speed. Generasi Yaris 2014 sudah dibekali teknologi drive by wire, bisa menyesuaikan injakan pedal akselerator dengan output mesin secara elektronik. Hasilnya, diklaim efisien dan tenaga lebih baik. Tapi perlu diingat, kelemahan terbesar Yaris ini ada pada radius putar. Ya, kalau untuk berkelit di gang-gang sempit, Toyota Agya lebih asyik.

2 dari 3 halaman

Agya bekas Vs Yaris Baru

Dimensi jelas, Yaris lebih besar. Toyota membekali Yaris 2014 dengan ukuran 4.115 x 1.700 x 1.475 mm (PxLxT), jarak sumbu roda 2.550 mm dan ground clearance 149 mm. Sedang dimensi Agya TRD 3.600 x 1.600 x 1.520 mm dan jarak antar sumbu roda 2.450 mm. Dari data jarak sumbu roda, bisa dibuktikan kabin Yaris terasa lebih lapang ketimbang Agya. Baik untuk duduk maupun bagasinya. Sedang jok baris kedua, bisa dilipat dengan kongigurasi 40:60 untuk bagasi ekstra.

Kelengkapan eksterior Agya TRD memakai lampu depan proyektor, LED light guide, lampu kabut, lampu sein pada spion dan body kit khas TRD. Sedang Yaris bekas, kalau memilih tipe E, belum ada lampu kabut dan DRL, serta minim body kit. Tipe G sudah dilengkapi lampu kabut dan punya aksen kromium maupun silver. Agya memakai pelek alloy 14 inci dan Yaris 2014 sudah 16 inci. Spoiler belakang Yaris sangat kecil, hampir tak kentara. Tapi tipe G ada LED high mount stop lamp. Baik Agya dan Yaris, sudah punya wiper untuk kaca belakang.

Sementara interior, sama-sama memakai kain fabric untuk membungkus jok. Warna kabin juga dominan gelap, dengan Yaris memberi sentuhan silver pada sejumlah titik kabin. Untuk jok, Yaris lebih baik. Salah satunya karena punya headrest. Sedang Agya memakai desain semi bucket dengan sandaran kepala menyatu.

3 dari 3 halaman

Pilih Mana?

Fitur bawaan Agya termasuk head unit 2DIN, yang bisa dihubungkan ke smartphone melalui Bluetooth. Kontrol audio pada palang kemudi juga tersedia. Punya Yaris lebih canggih, layar sentuh 5,9 inci dengan beragam konektivitas dan dukungan pemutar CD. Mulai tipe G, disediakan 6 speaker.

Oh ya, untuk mengakses penyejuk kabin, Yaris masih menggunakan sistem putar. Sedang yang otomatis cuma tersedia untuk Yaris TRD Sportivo. Penjamin keselamatan, Agya punya dua kantong udara dan rem ABS. Sedang Yaris juga punya dua airbag ditambah rem ABS+EBD+BA.

Umumnya, bagi pembeli pertama lebih suka memilih Agya kalau punya dana Rp 150 jutaan. Ketimbang mobil bekas, meski dari kualitas keseluruhan Yaris di atas Agya. Tapi tak sedikit juga yang langsung mencari Yaris bekas sebagai mobil pertama. Untuk diketahui, Yaris bekas jadi salah satu hatchback yang diburu selain Honda Jazz.

Jaminan nama besar Toyota dengan dukungan banyak diler dan suku cadang, membuat orang percaya untuk membeli Yaris bekas. Kalau bisa mendapat Yaris generasi 2, tahun muda, kondisi oke dan harga di bawah Rp 150 juta, Anda cukup beruntung.

Sumber: Oto.com

Ingin Impor Kendaraan Listrik, Ini Syarat yang Ditetapkan Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Peraturan Presiden (Perpres), terkait Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi ditandatangani beberapa waktu lalu.

Hal ini memberi pertanda perkembangan mobil listrik di Indonesia, baik hybrid, plug-in hybrid, baterai, dan juga energi terbarukan (flexy engine) bakal bergerak lebih cepat dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam Perpres tersebut, diatur hal-hal yang terkait percepatan program kendaraan bermotor listrik secara rinci, mulai dari Litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang diberikan, tak kecuali syarat industri saat harus melakukan impor kendaraan listrik.

Tertuang dalam Perpres pasal 11 dan 12 berikut pernyataan lengkapnya :

(1) Dalam hal industri komponen KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 belum mampu memproduksi komponen utama dan/atau komponen pendukung KBL Berbasis Baterai, industri KBL Berbasis Baterai dapat melakukan pengadaan komponen yang berasal dari impor jenis:

a. keadaan terurai tidak lengkap (Incompletely Knock Down/IKD); dan/atau keadaan terurai lengkap (Completely Knock Down/CKD)

(2) Dalam hal industri komponen KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 belum mampu memproduksi komponen utama dan/atau komponen pendukung KBL Berbasis Baterai, industri komponen KBL Berbasis Baterai dapat melakukan pengadaan komponen yang berasal dari impor jenis keadaan terurai tidak lengkap (Incompletely Knock Down/IKD).

(3) Ketentuan mengenai keadaan terurai tidak lengkap(Incompletely Knock Down/ IKD) dan keadaan terurai lengkap (Completely Knock Down/ CKD) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian.

2 dari 3 halaman

Pasal 12

(1) Dalam rangka percepatan pelaksanaan program KBL Berbasis Baterai, industri KBL Berbasis Baterai yangakan membangun fasilitas manufaktur KBL Berbasis Baterai di dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dapat melakukan pengadaan KBL Berbasis Baterai yang berasal dari impor dalam keadaan utuh (Completely Built-Up/CBU).

(2) Impor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan jumlah tertentu sejak dimulainya pembangunan fasilitas manufaktur KBL Berbasis Baterai.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai jangka waktu danjumlah tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian, peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan, dan/atau peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara sesuai dengan kewenangannya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Dibanderol Rp11 Miliaran, Apa Hebatnya Mesin Ferrari yang Satu Ini?

Liputan6.com, Jakarta – Swap engine atau menukar mesin asli dengan mobil lain merupakan hal yang lumrah di dunia otomotif. Kemungkinannya pun banyak, misalkan saja menggunakan mesin Ferrari di mobil biasa.

Hal itu dilakukan dengan berbagai alasan, salah satunya meningkatkan performa mobil dengan harga yang terjangkau. Namun, apa jadinya jika harga mesinnya saja Rp11,4 miliar?

Mengutip dari Motor1.com, baru-baru ini seorang pria menjual mesin Ferrari LaFerrari V12 tahun 2017 dengan harga USD800.000, setara Rp11,4 miliaran (Kurs USD1 = Rp14.280).

Padahal, pada tahun 2017, mesin itu dibanderol USD250.000, setara Rp3,5 miliaran, diunggah oleh orang yang sama. Hanya saja tak disebutkan alasan kenaikan harganya yang lebih dari 3 kali lipat.

Sayangnya, deskripsi mesin ini tak terlalu banyak. Tampaknya, dapur pacu tersebut dijual terpisah dengan sistem kabel, ECU, dan transmisinya.

Terlepas dari kesungguhan penjualnya, mesin Ferrari LaFerrari memang terbilang mengerikan. Berkonfigurasi V12 6,3 liter, tenaga yang disemburkan mencapai 789 Tk dengan torsi 700 Nm.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Mengenal Lebih Dekat Hypercar Hybrid Pertama Ferrari

Ferrari menghadirkan SF90 Stradale sebagai hypercar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertamanya.

Ferrari menghadirkan SF90 Stradale sebagai hypercar Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertamanya. Apa yang dimiliki mobil ini masuk dalam level ekstrem.

Paradigma baru pun tercipta, elektrifikasi adalah kunci dalam menciptakan mobil standar pabrik paling bertenaga di muka bumi. Lewat rekayasa teknologi termutakhir, inilah Ferrari dengan jumlah daya kuda terbesar sejauh ini.

Tentu saja, LaFerrari memegang peranan besar dalam meyakinkan petinggi Prancing Horse soal hybrid. Sistem dua motor ini, sepertinya menjadi solusi permanen masa depan Ferrari. Namun, tidak serta merta SF90 Stradale mencaplok dapur pacu LaFerrari dan menghubungkan dengan skema PHEV. Sebab mesin V12 F140FE tidak lagi menjadi andalan untuk mengejar tenaga kuda besar.

LaFerrari maupun SF90 Stradale sama-sama hybrid. Yang membedakan dari SF90, menggunakan mesin lebih kecil, kapabilitas pengecasan plug-in, penggerak empat roda (AWD) dan tenaga lebih besar.

Tidak perlu V12 sebagai mesin internal combustion utama, melainkan V8 F154 milik 488 Pista yang di-bore-up, dari 3.902 cc menjadi 3.990 cc. Dengan sokongan turbo ganda, tenaga dihasilkan sudah sebesar 769 hp dan torsi 800 Nm. Untuk bagian ini saja sudah menyandang Ferrari V8 paling powerful.

Pasangan hybridnya tak lain tiga motor listrik, satu terletak di poros roda belakang dan dua lagi di depan. Baterai lithium-ion menyediakan energi listrik untuk ketiga motor dan mampu berjalan sejauh 25 km di mode listrik eDrive.

Jika mesin mati, dua motor listrik di depan dapat berlari sampai 135 km/jam. Tenaga dari motor listrik sejumlah 217 hp. Jika ditotal dengan mesin bensin, berarti menjadi 986 hp. Jelas melampaui LaFerrari yang hanya 949 hp.

Seluruh daya Ferrari SF990 Stradale disalurkan menuju keempat roda via transmisi dual-clutch8-speed. Ya, ini pertama kalinya sport car Ferrari menerapkan gerak empat roda. GTC4Lusso tidak termasuk karena jenisnya grand tourer.

3 dari 3 halaman

Bobot Ringan

 

Bobot SF90 hanya 1.570 kg, lebih ringan 13 kg dari LaFerrari. Platform baru lebih kaku 20 persen dan rigid 40 persen dibanding sasis terdahulu.

Ditambah traksi empat roda yang tentu lebih baik dari gerak belakang (RWD), menghasilkan akselerasi 0-100 km/jam secepat 2,5 detik dan 0-200 km/jam cuma 6,7 detik. Figur ini hampir sama dengan LaFerrari, tapi mengitari sirkuit Fiorani lebih cepat sedikit dalam 79 detik (1 menit 19 detik). Sedangkan LaFerrari 1:19,70.

Eksterior SF90 Stradale tidak seradikal Ferrari Enzo maupun LaFerrari. Karakternya berubah signifikan jadi kalem dan tetap modern. Sistem aerodinamika telah melewati perancangan matang.

Bagian sasis depan dibuat 15 milimeter lebih tinggi dari tengah. Ini menyebabkan aliran udara tetap mulus melewati bodi. Dengan segala bentuk sayap, spoiler maupun ventilasi, SF90 dapat mengumpulkan 390 kg downforce pada kecepatan 250 km/jam.

Kata Ferrari, capaian ini adalah patokan baru dalam merancang mobil performa tinggi untuk jalan raya.

Interiornya pun bergaya futuristis. Semakin banyak menggunakan tombol touchscreen dan terinspirasi kokpit mobil Formula 1. Monitor 16-inc High Definition langsung menjadi pusat perhatian di dashboard, begitu pula head-up display dan beragam tombol di setir.

Ada 4 mode berkendara ditawarkan: eDrive, Hybrid, Performance dan Qualify. Dua pilihan pertama berhubungan erat dengan sistem hybrid. Dalam eDrive, mesin V8 sepenuhnya mati.

Untuk mode Hybrid, kombinasi kinerja mesin dan motor listrik berlangsung otomatis. Untuk model Performance dan Qualify, mesin V8 turbo menyala terus. Pilihan terakhir paling tepat dipakai saat ngebut di sirkuit.

Harga belum diumumkan, yang pasti bakal mahal banget. Kabarnya penjualan mulai tahun ini juga, tapi belum dapat diketahui berapa unit yang dibuat.

Sumber: Oto.com

Menyongsong Industri 4.0, Bagaimana Nasib Pekerja Pabrik Otomotif di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta – Menyongsong revolusi industri 4.0, berbagai lini industri di Indonesia tengah bersiap, dan tidak terkecuali industri otomotif. Bahkan, industri mobil dan motor ini, menjadi salah satu sektor andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0 dengan ditargetkan menjadi basis produksi kendaraan konvensional dan listrik untuk pasar domestik dan ekspor.

Namun, para pelaku industri ini dituntut untuk dapat memahami, mempersiapkan, dan mengikuti perubahan yang ada, termasuk penggunaan robot di pabrik saat proses produksi kendaraan.

Lalu, dengan penggunaan robot ini, bagaimana nasib para sumber daya manusia atau pekerja di pabrik otomotif?

Dijelaskan Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), memang ada efek samping terkait SDM. Namun, hal tersebut tidak serta merta mengindahkan peran penting tenaga manusia tersebut.

“Artinya, robotic itu tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Namun, dalam proses tersebut (pengurangan SDM) tidak terjadi seketika, dan pastinya melalui proses mana yang lebih dulu,” jelas Kukuh dalam diskusi Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0, yang diadakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Kamis (15/8/2019).

Lanjutnya, ia membandingkan saat era 1990-an, dimana terdapat juga usaha untuk menggunakan robotic dalam industri otomotif. Namun, hal itu juga dilakukan analisa, apakah penggunaan robot dalam industri masih memadai terkait volume kendaraan yang diproduksi.

2 dari 3 halaman

Butuh Proses

“Jika volume tidak mencukupi, ternyata tenaga SDM di Indonesia lebih teliti dibanding SDM di negara lain. Jadi, dibanding dengan investasi penggunaan robot, masih menguntungkan tenaga manusia,” tambahnya.

Jadi, penggunaan robot dalam industri otomotif ini, memang masih harus ada proses-proises yang dilalui. Tidak semata-mata, dengan penggunaan tersebut, akan menggeser tenaga manusia secara masif.

“Harus case by case, mana yang diperlukan terlebih dahulu,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mengenal Makna Istilah JDM pada Mobil

Liputan6.com, Jakarta – Istilah JDM look sering digunakan di dunia modifikasi mobil. Istilah ini umumnya merujuk ke model mobil yang hanya ada di pasaran Jepang.

Ya, mengutip dari Corsportusa.com, JDM merupakan singkatan dari Japanese Domestic Market. Artinya, model ini hanya dijual untuk pasar domestik Jepang dan tak ada di negara lain.

Karena itu, beberapa negara, seperti Indonesia hanya bisa melakukan modifikasi. Alhasil, muncullah istilah aliran JDM-look atau mirip mobil JDM.

Begitu juga dengan sparepart JDM. Suku cadang ini diciptakan untuk mobil-mobil JDM. Tapi, komponen tersebut juga dapat dipasang ke mobil non-JDM dengan model yang sama.

Sebagai contoh, di Jepang, ada Honda Civic Ferio Vi-RS. Varian ini memiliki beberapa komponen dan fitur yang berbeda dengan tipe lainnya di luar Jepang. Hanya saja, suku cadangnya masih bisa digunakan untuk Ferio lainnya.

Contoh lain, mobil Toyota Great Corolla atau kerap disebut Greco di Jepang memiliki beberapa varian JDM, yakni Levin GT Apex AE101, Ceres, dan BZ-Touring Wagon. Ketiganya bisa saling tukar komponen, bahkan dengan Greco versi Indonesia.

Bisa Dibeli

Lantas, apakah orang Indonesia bisa membeli mobil JDM? Tentu saja bisa. Pasalnya, sekarang banyak jasa importir umum yang mau mendatangkan mobil JDM langsung dari Jepang.

Hanya saja, terkadang ada pengurangan fitur atau perubahan mesin lantaran regulasi yang berlaku. Selain itu, biasanya mobil JDM yang bisa dibeli bukanlah unit baru, melainkan mobil bekas.

Jadi, mobil JDM bukanlah mobil CBU (completely built-up) atau diimpor secara tuh dari Jepang. Kadang tak sedikit yang mengartikannya sebagai penggunaan suku cadang brand Jepang, seperti Enkei, Tanabe, dan HKS.

Sumber: Otosia.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Kembangkan Kendaraan Listrik, Pemerintah dan Perusahaan Industri Siap Bersinergi

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menandatangani Peraturan presiden (Perpres) terkait industri mobil listrik. Setelah cukup lama menjadi rahasia, dalam Perpres terungkap beberapa regulasi penting.

Salah satu aturannya mengimbau Pemerintah Pusat dan Daerah untuk bersinergi dengan perusahaan industri untuk melakukan pengembangan serta inovasi teknologi terkait Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai.

Tertuang dalam Perpres pasal 7 berikut pernyataan lengkapnya :

(1) Perusahaan industri, perguruan tinggi, dan/atau lembaga penelitian dan pengembangan dapat melakukan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi industri KBL Berbasis Baterai.

(2) Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan perusahaan industri dapat bersinergi untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi industri KBL Berbasis Baterai.

2 dari 3 halaman

Pengembangan Komponen Kendaraan Listrik

(3) Penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi industri KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan untuk mendukung:

a. pengembangan komponen utama KBL Berbasis Baterai.

b. pengembangan SPKLU yang efisien;

c. pengembangan industri KBL Berbasis Baterai sesuai dengan perkembangan teknologi terkini;

d. industri KBL Berbasis Baterai dengan capaian TKDN yang tinggi; dan

e. pengembangan KBL Berbasis Baterai yang memenuhi standar teknis dan ramah lingkungan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Belum Diproduksi, 45 Ribu Konsumen Tertarik Miliki MINI Cooper Listrik

Liputan6.com, Jakarta – Memanfaatkan teknologi BMW i3, MINI Cooper SE mendapatkan respons positif dan telah menerima banyak pemesanan. Hal ini diungkapkan langsung Elena Eder, Project Manager for the Electric Mini.

“Sejauh ini, kami sudah memiliki lebih dari 45.000 ketertarikan pelanggan,” kata Elena Eder seperti dilansir Autoevoluton, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, Elena mengaku produksi MINI listrik baru akan dimulai pada 1 November 2019 mendatang di Oxford.

Khusus di Inggris, deposit yang harus dikeluarkan pembeli untuk menjadi orang pertama yang mendapatkan Cooper SE yakni £500 atau setara dengan Rp7.9 juta.

Menjadi kendaraan ramah lingkungan, mobil mungil ini menggunakan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 181 Tk dan torsi 270 Nm. Menggunakan penggerak roda depan, MINI Cooper SE disematkan baterai 32,6-kWh yang mampu menempuh jarak 235 hingga 270 kilometer.

2 dari 3 halaman

Harga

Terkait harga, MINI Cooper SE dibanderol £27.900 atau setara dengan Rp478 juta di Inggris dan €32.500 atau setara dengan Rp516 juta di Jerman. Harga yang ditawarkan itu lebih murah dibandingkan BMW i3.

Meski demikian hingga saat ini belum ada keterangan resmi kapan konsumen bisa mendapatkan unit mobil setelah resmi diproduksi dan negara mana saja yang akan menjual mobil mungil tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pemotor Berhenti di Lampu Lalu Lintas Tanpa Menurunkan Kaki Kembali Beraksi

Liputan6.com, Jakarta – Kemampuan untuk mengontrol kendaraan adalah hal yang wajib dimilik pengendara sepeda motor. Hal ini berkaitan erat dengan keseimbangan saat kendaraan melaju di kondisi lalu lintas yang lancar, padat atau macet.

Namun, skill keseimbangan mengontrol sepeda motor ini tentu tidak diterapkan bila berhenti saat berhadapan dengan lampu lalu lintas. Hal itu ternyata tak berlaku bagi pengendara motor satu ini.

Seperti dilansir akun Instagram @dramaojol.id, Kamis (15/8/2019), terlihat seorang pria tidak menurunkan sama sekali kakinya selama berhenti hingga satu menit berlalu.

Tidak diketahui identitas pemotor, aksinya tersebut tentu menarik pengguna jalan lainnya. Selain menarik gelak tawa, aksinya tersebut juga mampu memberikan decak kagum.

Pria tersebut ternyata bukan pertama kali tertangkap kamera sedang melakukan aksi tersebut. Berada di lampu lalu lintas lainnya, atribut yang digunakan seperti helm, jaket dan motor masih sama dengan video terbaru ini.

Hanya saja, jaket yang digunakan saat ini memiliki tulisan “UDAH PUSING MACET’.

2 dari 3 halaman

Komentar Warganet

Video tersebut tentu mendapat beragam komentar warganet, salah satunya datang dari akun Instagram @dafaabaihaqi7.

“ada masalah apa sih antara aspal dan kakinya dendam bgt kyknya,” tulis akun tersebut.

Komentar lain juga diberikan akun instagram @rachmawatisari. “Lebih pegel pinggang lu nahan biar seimbang gitu daripada nahan pake kaki bambank,” tulisnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tertuang Dalam Perpres, Pembangunan Manufaktur Kendaraan Listrik Jadi Fokus Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai kendaraan masa depan, perkembangan mobil listrik di Indonesia, baik hybrid, plug-in hybrid, baterai, dan juga energi terbarukan (flexy engine) akan bergerak lebih cepat.

Ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) terkait Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo merupakan salah satu langkah menyambut datangnya era mobil ramah lingkungan.

Dalam Perpres tersebut, diatur hal-hal yang terkait percepatan program kendaraan bermotor listrik secara rinci, mulai dari Litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang diberikan.

Tak hanya itu, Pemerintah juga akan mendorong pembangunan manufaktur untuk Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai di Indonesia.

Melalui Perpres pasal 6, tertera 3 hal yang harus diperhatikan perusahaan saat hendak ambil bagian dalam industri KBL berbasis baterai, berikut pernyataan lengkapnya:

2 dari 3 halaman

Pasal 6

(1) Perusahaan industri KBL Berbasis Baterai dan/atau perusahaan industri komponen KBL Berbasis Baterai dalam melakukan kegiatan industri KBL Berbasis Baterai dan/atau industri komponen KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 wajib membangun fasilitas manufaktur KBL Berbasis Baterai di dalam negeri.

(2) Kegiatan industri KBL Berbasis Baterai dan/atau industri komponen KBL Berbasis Baterai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sendiri atau melalui kerja sama produksi dengan perusahaan industri lain.

(3) Dalam rangka percepatan pengembangan industri KBL Berbasis Baterai dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2), perusahaan industri komponen kendaraan bermotor dan/atau perusahaan industri komponen KBL Berbasis Baterai dalam negeri wajib mendukung dan melakukan kerja sama dengan industri KBL Berbasis Baterai dalam negeri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Wajib Utamakan Komponen Lokal, Ini Isi Perpres Terkait Kendaraan Listrik

Liputan6.com, Jakarta – Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik sudah resmi diteken Presiden Republik indonesia (RI), Joko Widodo. Hal ini menandakan perkembangan mobil listrik di Indonesia, baik hybrid, plug-in hybrid, baterai, dan juga energi terbarukan (flexy engine) bakal bergerak lebih cepat dalam beberapa waktu ke depan.

Dalam Perpres, diatur hal-hal yang terkait percepatan program kendaraan bermotor listrik secara rinci, salah satunya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai.

Tertuang dalam Perpres pasal 8 berikut pernyataan lengkapnya :

(1) Industri KBL Berbasis Baterai dan industri komponen KBL Berbasis Baterai wajib mengutamakan penggunaan TKDN dengan kriteria sebagai berikut:

a. Untuk KBL Berbasis Baterai beroda dua dan/atau tiga tingkat penggunaan komponen dalam negeri sebagai berikut:

1) Tahun 2O19 sampai dengan 2023, TKDN minimum sebesar 40% (empat puluh per seratus);

2) Tahun 2024 sampai dengan 2025, TKDN minimum sebesar 60% (enam puluh per seratus);  dan

3) Tahun 2026 dan seterusnya, TKDN minimum sebesar 80% (delapan puluh per seratus),

2 dari 3 halaman

Peraturan Kendaraan Roda Empat

b. Untuk KBL Berbasis Baterai beroda empat atau lebih tingkat penggunaan komponen dalam negeri sebagai berikut:

1) Tahun 2019 sampai dengan 2021, TKDN minimum sebesar 35% (tiga puluh lima per seratus);

2) Tahun 2022 sampai dengan 2023, TKDN minimum sebesar 40% (empat puluh per seratus);

3) Tahun 2024 sampai dengan 2029, TKDN minimum sebesar 60% (enam puluh per seratus); dan

4) Tahun 2030 dan seterusnya, TKDN minimum sebesar 80% (delapan puluh per seratus).

(2) Tata cara penghitungan TKDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian dengan melibatkan kementerian/lembaga pemerintah non kementerian dan/atau pemangku kepentingan terkait.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mitsubishi Ajak Masyarakat Rasakan Performa New Triton

Liputan6.com, Jakarta – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menggelar acara bertajuk “Engineered Beyond Tough Experience” di Sirkuit off-road Pagedangan, BSD, Tangerang, Kamis (15/8/2019). Kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan kemampuan Triton anyar di berbagai medan dan kondisi.

Di sini, konsumen bisa mencoba langsung new Triton di trek yang telah disediakan. Sedikitnya ada tiga area yang disodorkan, yakni obstacle course, 4×4 Challenge dan sesi test ride yang disopiri oleh Hiroshi Masuoka (juara Paris Dakar), Kazuto Koide (pereli profesional) dan Rizal Sungkar (pereli nasional).

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan aktivitas perkenalan New Triton sebagai model terbaru dari pikap double cabin Mitsubishi Motors kepada masyarakat yang lebih luas serta mempertahankan posisi Triton sebagai pemimpin pasar di kelas 4×4 dengan share 65 persen,” ujar Naoya Nakamura,President Director PT MMKSI di lokasi acara.

Dijelaskan, pada area obstacle course yang memiliki trek sepanjang 0,4 kilometer, peserta bisa merasakan ragam fitur keamanan dan performa pikap andalan Mitsubishi ini. Selain itu, peserta juga mendapat ilmu sekaligus praktik dalam menghadapi berbagai macam rintangan dan hambatan.

Sementara di 4×4 Challenge, peserta akan didampingi instruktur dalam melahap berbagai rintangan untuk membuktikan kemampuan penggerak 4×4 yang dimiliki new Triton.

Pada sesi test ride, peserta hanya menjadi penumpang karena disetiri langsung oleh pengemudi profesional. Menariknya, trek yang disajikan begitu menantang dan dikemudikan dengan kecepatan tinggi.

Selain diajak ngepot, new Triton yang berbadan bongsor itu juga sempat jumping saat melibas sebuah gundukan. Sesi ini begitu diminati karena penumpang bisa merasakan secara maksimal kemampuan suspensi maupun handling kendaraan pekerja keras tersebut.

2 dari 2 halaman

Hadir di Sejumlah Kota

Sekadar informasi, event ini rencananya akankembali bergulir di dua kota penyumbang terbesar penjualan Mitsubishi Triton, yakni Balikpapan dan Pekanbaru.

Masyarakat umum juga berkesempatan merasakan performa new Triton melalui acara ini dengan cara melakukan registrasi di biy.ly/newtritontestdrive.

Selain itu, terdapat pula program penjualan dan purna jual new Triton di acara ini, seperti penawaran khusus dari leasing tertentu serta gratis biaya jasa dan suku cadang hingga 40.000 km atau 2 tahun.

Produksi Mobil Hybrid, Honda Pilih Thailand Dibanding Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Honda Motor akan mengalihkan produksi sedan hybridnya, Accord dari Jepang ke Thailand. Pemindahan ini, karena jenama berlambang huruf ‘H’ini, tertarik dengan insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah Negeri gajah Putih untuk pembuatan mobil ramah lingkungan.

Melansir Asia Asia Nikkei, rencana Honda ini mengikuti pengumuman Mitsubishis Motors awal bulan ini, yang juga berniat untuk memproduksi model plug-in hybrid-nya di negara Asia Tenggara mulai awal 2021.

Rencanannya, Honda Accord hybrid yang diproduksi di Thailand ini bakal dirilis di Jepang awal 2020. Tidak hanya untuk kampung halaman, Honda juga tengah mempertimbangkan ekspor dari Thailand ini menuju negara lain, seperti Australia.

Produksi ini, kabarnya menghabiskan investasi sebesar US$ 189 juta, dan tidak menutup kemungkinan akan memperluas cakupan produksinya, dengan juga membuat mobil listrik.

Sebagai informasi, pemerintah Thailand memang tengah menggenjot investasi produksi mobil ramah lingkungan.

2 dari 2 halaman

Lebih efisien

Berbagai insentif telah diberikan, seperti keringanan pajak perusahaan, memotong cukai, dan menurunkan pungutan untuk peralatan manufaktur impor.

Pabrik Honda di Sayama, Tokyo Utara, yang selama ini dijadikan tempat memproduksi Accord akan mulai berhenti beroperasi pada akhir maret 2022.

Honda telah memutuskan akan lebih efisien untuk mengimpor Accord dari Thailand, di mana pabriknya sudah membuat model dengan setir kanan, sesuai dengan konfigurasi standar di Jepang.

Honda Accord sendiri dianggap sebagai sedan kelas atas, dan model khas dari pabrikan asal Jepang ini,

Tanpa Insentif Khusus, Bagaimana Nasib Esemka di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta – Mobil dengan merek asli Indonesia, Esemka bakal segera meluncur di pasar otomotif Tanah Air. Meskipun waktu pastinya belum diketahui, namun PT Solo manufaktur Kreasi (SMK), sebagai perusahaan yang membawahi mobil yang bakal diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah ini sudah menyiapkan satu model pikap, bernama Bima sebagai kendaraan pertama yang bakal dijual di Indonesia.

Meskipun berstatus sebagai mobil dengan merek asli Indonesia, namun pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak menyiapkan insentif khusus untuk pengembangan Esemka.

“Tidak ada insentif lain untuk mendorong ini. Untuk mobil nasional kan ada AMMDes, dan ini yang kedua Esemka,” jelas Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Harjanto saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Terkait Esemka yang masih akan menggunakan mesin konvensional, dan dalam waktu dekat payung hukum terkait mobil ramah lingkungan juga diterbitkan, muncul ketakutan jika harga mobil merek asli Indonesia ini tidak bisa bersaing.

“Kan ada PPnBM dan Perpres itu beda targetnya. Tapi paling tidak, kita sudah memulai membuat merek lokal, memanfaatkan komponen lokal. Secara umum kita mendorong penurunan emisi, jadi ada punish and reward di dalam PPnBM,” tegasnya.

Sementara itu, Harjanto menjelaskan harmonisasi dalam PPnBM ini nantinya memiliki tujuan pemberian insentif atau rangsangan untuk produk dengan emisi rendah. Sedangkan untuk kendaraan dengan emisi tinggi, akan dikenakan pajak yang lebih besar.

2 dari 3 halaman

Tidak Mau Diistimewakan

“Kita berharap, nanti mereka (Esemka) bisa berkembang terus, sehingga bisa mengarah ke arah program kita LCEV. Ini kita terus dorong, supaya mereka bisa switching ke teknologi. Makanya pemerintah menyiapkan, jika inovasi disiapkan insentif 300 persen,” tambahnya.

Berbicara soal insentif, Presiden Direktur PT SMK, Eddy Wirajaya menjelaskan jika pihaknya tidak ingin mendapatkan perlakuan khusus. Artinya, tidak perlu ada insentif khusus, agar Esemka bisa bersaing di pasar otomtoif dalam negeri.

“Kami ikut regulasi saja. Tidak mau kesannya ada perlakuan khusus. Ikut aja,” pungkasnya di tempat yang sama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Suzuki Ertiga Diesel 1.3 Disuntik Mati, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta – Suzuki India secara resmi mengumumkan tak lagi menjual Ertiga diesel dengan mesin 1.3 liter. Hal tersebut membuat generasi baru Suzuki Ertiga saat ini hanya tersedia dengan pilihan mesin bensin dan diesel 1.5 liter.

Seperti dilansir Car and Bike, Rabu (14/8/2019), peraturan BS6 yang akan berlaku membuat pabrikan hanya menyediakan pilihan mesin diesel 1.5 liter yang telah dikembangkan Suzuki.

Sebelumnya mesin 1,3 liter ditawarkan dalam dua pilihan output. Mesin yang pertama menghasilkan tenaga 89 Tk dan torsi puncak 200 Nm dan dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan.

Sedangkan untuk mesin 1.3-liter DDiS, tenaga yang dihasilkan mencapai 74 bhp dan torsi 190 Nm. Berada pada model Swift dan Baleno, model yang disematkan mesin ini juga akan dihentikan penjualannya sebelum akhir tahun.

Saat ini Suzuki Ertiga hanya tersedia dengan mesin bensin K-Series 1.5 liter yang menghasilkan 103 Tk dan torsi puncak 138 Nm karena dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan dan torsi-konverter otomatis 4-percepatan.

Mesin ini dilengkapi dengan teknologi hibrida SHVS yang mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dan sudah dijual dalam versi BS6.

2 dari 2 halaman

Harga

Di sisi lain, diesel 1.5 liter baru menghasilkan tenaga 94 Tk dan torsi puncak 225 Nm yang dipasangkan dengan transmisi manual 6 kecepatan.

Perusahaan otomotif asal Jepang ini juga memperkenalkan varian CNG di jajaran Ertiga baru-baru ini.

Perlu dilihat apakah Maruti Suzuki XL6 (berbasis Ertiga) akan tersedia dengan opsi diesel. Mobil tersebut kabarnya akan meluncur 21 Agustus 2019 dan bersaing dengan Renault Lodgy dan Honda BR-V.

Terkait harga, Suzuki Ertiga Diesel dibanderol mulai dari 9,86 lakh Rupee atau setara Rp197 juta.

Top3: Cara Mulus Lewati Turunan Curam dan Peluncuran Esemka Bima

Liputan6.com, Jakarta Melewati turunan curam bukan perkara mudah, apalagi dengan mengendarai skuter matik. Maklum skutik tidak ada engine brake-nya. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. 3 Cara Jitu Hadapi Turunan Curam pakai Motor Matik

Saat harus melintasi jalan menanjak dan menurun, sepeda motor dinilai lebih lincah serta mudah dalam sistem pengoperasian. Meski demikian, beberapa situasi juga bisa menyebabkan terjadinya rem blong, khususnya pada skuter matik.

Teknik pengereman saat melintasi jalan menurun merupakan faktor utama terjadinya rem blong. Teknik pengereman yang salah menyebabkan tidak maksimalnya kerja sistem pengereman pada motor sehingga kecelakaan bisa saja terjadi. Selengkapnya baca di sini.

2. Pikap Bima Jadi Model Perdana Esemka, Mengaspal Tahun Ini?

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang saat ini membawahi Esemka, akhirnya mulai angkat bicara terkait perkembangan mobil fenomenalnya tersebut. Saat ini, jenama yang berbasis di Boyolali, Jawa Tengah ini tengah mempersiapkan produksi massalnya.

Bahkan, untuk mendukung proses produksinya tersebut, PT SMK telah resmi menandatangani letter of intens (LOI) dengan beberapa perusahaan komponen dalam negeri. Selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

3. Wuling Almaz Punya Adik Baru, Mesinnya 1,2 Liter Turbo

Persaingan kelas SUV di Cina rupanya sangat ketat. Sebelumnya adik Wuling Almaz, yaitu Baojun 510 diperkenalkan, kini penggantinya sudah disiapkan. 

Gaya pemberian nama pun berubah, tak pakai angka tiga digit. Kini sang suksesor berganti menjadi RS-3. Ia merupakan kendaraan keempat transformasi Baojun tahun ini. Jantung mekanis pakai dua opsi: 1,2 liter turbo dan 1,5 liter naturally aspirated. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: