Adopsi Teknologi CVT, Kenaikan Harga Mobil Bisa Membengkak

Liputan6.com, Sibolga – Saat ini pengemudi mobil bisa lebih mudah mengoperasikan kendaraannya karena adanya pilihan transmisi automatic. Sejumlah pabrikan berbodong-bodong memberikan pilihan agar mampu menarik minat konsumen.

Jika dulu alat yang berfungsi mengubah kecepatan putaran roda itu banyak tersedia pada sistem manual. Kini hampir seluruh model mobil disematkan teknologi transmisi otomatis.

Dinilai sangat memudahkan, pengemudi hanya perlu menginjak pedal gas dan rem karena perpindahan gigi transmisi diserahkan kepada komputer. Tak hanya itu, saat ini transmisi otomatis model continuously variable transmission atau CVT telah banyak disematkan.

Meski demikian, harga mobil dengan transmisi CVT ternyata jauh lebih mahal. Bahkan, selisih harga dengan mobil matik tanpa CVT mencapai belasan juta rupiah. Melihat hal itu, PT Astra Daihatsu Motor belum mau membenamkan teknologi tersebut.

“CVT di Jepang sudah lama ada. Sebenarnya, semua bisa dipasangi CVT. Masalahnya, mau bayar lebih atau enggak? Kita lihat sebelah Rp14 jutaan,” ujar Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/2).

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Wanita yang akrab disapa Amel itu menambahkan, ADM telah melakukan persiapan. Mulai dari studi kelayakan hingga pemilihan vendor. Namun, mereka tak mau gegabah.

“Daihatsu bikin produk sesuai kebutuhan pasar. Kami lihat dulu pasarnya. Kami enggak mau memaksakan, bikin produk yang enggak laku,” tuturnya.

Sebagai informasi, salah satu keunggulan dari CVT ialah perpindahan gigi yang lebih halus. Penumpang dan pengemudi diklaim tidak akan merasakan sentakan, yang kadang muncul di transmisi otomatis biasa.