Airbag Eksternal Semakin Sempurna, Apa Kelebihannya?

Cara kerja kantung udara eksternal ZF terbilang canggih. Lantaran terhubung dengan serangkaian perangkat pendeteksi, seperti kamera, radar dan lidar (sonar), sistem bisa membaca kemungkinan terjadinya kecelakaan. Bila terdapat benda yang terdeteksi akan menabrak sisi mobil, secara otomatis airbag dikembangkan untuk menghalau objek.

Pengembangan perangkat ini tidaklah mudah. Pasalnya, ZF harus bisa menciptakan sistem yang dapat bereaksi cepat dan tepat. Dibutuhkan hanya 150 milidetik baginya untuk memutuskan dan mengisi airbag dengan udara. Kecepatan ini setara dengan mata yang berkedip. Kesalahan pendeteksian juga tidak boleh terjadi, karena membahayakan pengguna kendaraan. Guna mendukungnya, ZF sampai menyematkan algoritma khusus.

Rintangan lain yang harus dihadapi ZF, ada pada solusi pengembangan. Dengan waktu sesingkat itu, sistem harus bisa mengisi kantung udara yang ukurannya lebih besar dari komponen di dalam kabin. Kurang lebih volume kantung mencapai  280 sampai 400 liter, atau lima hingga delapan kali kapasitas kantung airbag pengemudi (tergantung tipe kendaraan).

Hadirnya kantung udara eksternal ini, sebenarnya membuka peluang bagi pengembangan perangkat keselamatan lainnya. Bukan karena airbagnya, melainkan sistem pendeteksinya. Ia bisa disandingkan untuk mengembangkan komponen keamanan lainnya seperti sabuk pengaman.