Bingung Pilih Kawasaki KLX230 atau KLX250, Ini Perbedaannya

Konstruksi rangka sebetulnya mirip. Menggunakan model tubular, semi-double-cradle. Tapi ukurannya tak sama. Dimensi total KLX250 (P x L x T) 2.200mm x 820mm x 1.190 mm dan KLX230 (P x L x T) 2.105mm x 835mm x 1.165mm. Karena itu, jarak sumbu roda lebih ringkas pada varian 230 di angka 1.380mm sementara saudaranya 1.430 mm. Untuk bermanuver di medan off-road, lebih ringkas lebih baik.

Mengenai kualitas peredaman dan pengendalian, KLX250 unggul karena dipasangkan suspensi upside-down 43mm di depan. Dan monoshock dengan swing-arm unitrack yang bisa disetel tingkat kekerasannya. KLX230 masih mengandalkan fork teleskopik 37mm, tapi di belakang mengadopsi sistem yang sama dengan sang kakak.

Untuk penahan lajunya juga dibedakan. KLX250 dibekali piringan cakram model gelombang sebesar 250mm depan. Peranti itu diapit kaliper dua piston. Sedangkan di belakang, cakram 240mm diapit kaliper satu piston. Sedikit lebih kecil, cakram KLX230 berukuran 240mm di depan dan 220mm di belakang. Keduanya bermodel gelombang serta mengadopsi konfigurasi kaliper yang sama dengan versi 250cc.

Desain

Dari segi penampilan, tak tersimak serupa. KLX230 mengadopsi styling Kawasaki KX terlihat dari model jok dan garis-garis pada fairing plastiknya. Berbeda dengan si bongsor, yang memiliki model fairing kotak-kotak di banyak sisi.

Yang cukup mengejutkan, bobotnya sama-sama berat. KLX250 mencatat angka 138kg dalam keadaan kosong, sedangkan 230 di angka 132kg. Padahal, varian 250 memiliki banyak perangkat yang menempel. Perlu dicatat, ukuran ini kami katakan berat saat dikendarai di medan off-road. Tak ada masalah jika membawanya di aspal.