Buka Pasar hingga 1,5 Juta Unit, Produsen Otomotif Harus Garap Australia

Liputan6.com, Jakarta – Perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) sudah ditandatangani awal bulan ini. Dengan kesepakatan kedua negara tersebut, diharapkan mampu membuka lebih lebar peluang menggenjot ekspor kendaraan menuju Negara Kanguru tersebut.

Dijelaskan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dengan kesepakatan ini juga, bisa membuka tambahan pasar kendaraan 1,2 juta unit sampai 1,5 juta unit hingga 2025 mendatang.

“Harapannya, industri otomotif ini menjadi salah satu andalan untuk ekspor ke Australia. Pasalnya, pabrik kendaraan di sana juga sudah dihentikan,” jelas Airlangga saat berbincang dengan wartawan di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Lanjut Airlangga, untuk produsen otomotif yang akan menjajaki program kerja sama ini, memang akan ada insentif dan salah satunya untuk mobil elektrik atau mobil listrik. “Sehingga tentu kami harapkan, dalam satu atau dua tahun ke depan, bisa dimanfaatkan peluangnya (ekspor ke Australia),” jelasnya.

Sementara itu, berbicara terkait harmonisasi pajak, Kemenperin dan Kemenkeu telah mengajukan skema baru yang sudah diserahkan ke DPR. Harapannya, aturan pajak baru ini akan selesai semester pertama tahun ini.

“Sudah dibahas parlemen, tinggal nunggu dari Kemenkeu. Diharapkan semester ini bisa selesai,” pungkas Airlangga.