Demi Kemajuan Kendaraan Listrik, Pemerintah Siap Beri Dukungan Penuh

Dirinya menyebut, pabrik baterai di Morewali sempat diributkan lantaran banyak mempekerjakan tenaga kerja asing.

“Pabrik ini banyak diributin karena dibilang banyak orang Cina-nya. Padahal orang Cina-nya cuma berapa tapi tenaga kerjanya sudah hampir 40 ribu. Pekerja Tiongkok-nya paling cuma 2.900 orang tapi mereka itu ahli-ahli yang kita butuhkan dan sekarang bertahap kita bikin transfer teknologi,” luhut menambahkan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, ketahanan energi saat ini penting karena impor energi Indonesia hampir mencapai Rp330-350 triliun setahun. “Jadi itu membuat current account devisit kita enggak baik,” imbuhnya.

“Kalau targetnya ke depan (Bluebird) tambah 2000 unit (mobil listrik), kalau bisa tambah lagi. Kalau bisa bertahap, bertingkat, berlanjut dan kalau bisa secara bertahap nanti bisa menggunakan lokal konten,” sambung Luhut.