Jangan Sepelekan Kaca Mobil Berembun Saat Berkendara

Liputan6.com, Jakarta – Memasuki musim hujan, pengendara mobil sering kali mengeluhkan kaca mobil yang tiba-tiba berembun saat berkendara. Hal ini tentu dapat mengurangi visibilitas pengendara dan akhirnya sangat berbahaya jika dibiarkan dan segera diatasi.

Seperti dilansir Suzuki Indonesia, Senin (11/2/2019), AC mobil merupakan salah satu komponen yang menyebabkan munculnya embun pada kaca mobil. Bagian kabin yang lembab karena banyaknya partikel air ketika terkena hawa dingin AC menghasilkan embun di kaca mobil.

Selain itu, pada pagi hari atau setelah hujan umumnya kelembaban udara di luar kabin cukup tinggi. Sehingga, udara akan lebih mudah berubah jadi embun atau kabut yang menempel di kaca mobil.

Embun di dalam kabin mobil muncul karena tingkat kelembaban udara tinggi. Embun pada kaca juga bisa muncul karena adanya perbedaan suhu antara kabin dan suhu di luar.

Suhu kabin yang lebih panas dibandingkan suhu di luar juga bisa menjadi penyebab munculnya embun pada kaca mobil.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Proses terbentuknya embun disebut dengan kondensasi. Ketika hujan, udara di dalam kabin awalnya akan mengikuti udara di luar yang mengandung kelembaban yang tinggi. Namun karena kita berada di dalam mobil, hembusan nafas yang juga mengandung banyak uap air akan bertemu dengan tekanan udara dalam kabin.

Uap air yang sudah tidak bisa ditampung, baik itu oleh tubuh atau pun udara kabin, otomatis akan mencari lokasi terdingin, sehingga kondensasi pada kaca mobil bisa terjadi. Kadar embun ini akan lebih banyak ketika kabin mobil diisi lebih dari satu penumpang.

Untuk menghindari proses kondensasi, pemilik mobil disarankan untuk melakukan perawatan AC secara berkala. Selain itu, setiap tiga bulan filter kabin sebaiknya dibersihkan dan jangan lupa untuk mengecek tekanan freon.