Jarang Ada, Motor Sport Dimodifikasi untuk Rider Difabel

Pertanyaan menariknya kemudian, kenapa Estu memilih GSX150R? Dia mengakui bahwa jarang difabel memanfaatkan motor sport sebagai kendaraan modifikasi karena biasanya memanfaatkan sepeda motor jenis bebek atau matic.

“Ya karena memang saya senang dengan motor sport fairing, dan memang mau cari yang anti-mainstream. Alhamdulillah. Ini dipakai lancar-lancar saja tiap hari, Kebagusan-Cipete,” kata pria yang bekerja sebagai admin peralatan kesehatan untuk rumah sakit ini.

Bukan cuma sosoknya sebagai motor sport yang jadi idaman Estu. Sebab, Suzuki GSX-R150 untuk rider difabel memang sudah spesial dari sananya

“Waktu saya coba naik ini, ukurannya pas, tidak terlalu besar buat saya. Saya juga kan masih mundur kayak orang normal. Lalu value harga lebih masuk ke kantong. Dimensi motor pas tidak kebesaran, tidak kecil. Power lebih besar kalau dari baca di majalah ya. Terus, punya sistem keyless. Canggih-lah,” kata dia.

Dengan motor ini, Estu bukan cuma keliling Jakarta dan kadang-kadang sunmori dengan sesama rider difabel. Dia sudah memakai motor ini lintas provinsi di Pulau Jawa.

“Jakarta-Magelang-Yogyakarta sudah pernah. Itu cuma sehari semalam. Waktu itu jalan, istirahat sebentar, makan roti, minum, lalu jalan lagi,” kata dia yang punya target jelajahi pulau Jawa dan menyebrang ke Bali.

Pria 26 tahun kelahiran Jakarta yang hobi musik rock dan bola ini juga punya cita-cita jalan-jalan naik motor sampai Inggris.

“Pengin ngerasain ke Inggris, ketemu bikers difabel di sana, pengin tahu fasilitas dan penghargaan untuk difabel di sana,” kata dia.