Jarang Digunakan, Potensi Kerusakan Mengintai Mobil Kesayangan

Liputan6.com, Jakarta – Kemacetan yang luar biasa di kota besar, seperti Jakarta, membuat pemilik mobil enggan menggunakan kendaraan. Bahkan, saat akhir pekan, para pemilik kendaraan juga lebih memilih menggunakan sepeda motor, atau menggunakan angkutan online yang lebih praktis.

Dengan begitu, banyak mobil yang hanya didiamkan di garasi, bahkan hingga berbulan-bulan. Namun, mobil yang jarang digunakan bukan berarti sehat-sehat saja. Bahkan, jika mobil hanya didiamkan saja, bakal berpotensi mengalami kerusakan.

Melansir Suzuki Indonesia, agar mobil yang jarang digunakan tetap sehat atau tidak mengalami kerusakan, terutama aki lemah, ban peyang, atau masalah lainnya, nyalakan dan jalankalah mobil setiap dua atau tiga pekan sekali. Memang, bisa saja mobil didiamkan di garasi rumah sampai beberapa bulan tanpa masalah. Tapi ingat, kerusakan berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Karena itulah, usahakan untuk menjalankan mobil beberapa waktu dalam tiap bulan sejauh sekitar 15 km dengan kecepatan sekitar 80 km/jam. Cara ini tidak cuma untuk memanaskan mesin, tapi juga bisa menjadi seperti ‘olahraga’ supaya kondisi mobil, khususnya mesinnya tetap segar bugar.

Menghidupkan mesin langsam selama 10 menit memang cukup untuk memanaskan mesin hingga suhu maksimal, tapi itu sebenarnya belum cukup untuk menjaga performa transmisi, suspensi, rem, climate system (termasuk air conditioner), power steering dan semua oli dan cairan yang ada di dalam mesin mobil.

Selain itu, dengan menjalankan mobil sekali waktu dengan jarak tempuh sekitar 15 km pada kecepatan 80 km/jam juga bisa menghangatkan lagi komponen yang sudah lama ‘tidur’ karena dari jarang dioperasikan.