Jepang Izinkan Mobil Tanpa Pengemudi Beroperasi Jelang Olimpiade 2020

Liputan6.com, Jakarta – Mobil tanpa pengemudi merupakan teknologi yang sedang banyak dikembangkan oleh pabrikan otomotif dunia. Mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengemudi, menjadi alasan teknologi ini perlahan mulai diterapkan.

Namun, pengaplikasian teknologi mobil tanpa pengemudi tidak bisa hanya melalui pabrikan otomotif saja, dibutuhkan ekosistem penunjang yang turut didukung oleh negara. Salah satu negara yang sudah memulai membangun ekosistem tersebut adalah Jepang.

Menyambut Olimpiade Tokyo 2020 pada berlangsung Juli, Jepang mengizinkan ratusan mobil tanpa pengemudi untuk beroperasi di kawasan sekitar venue pertandingan.

Dilansir Carscoops, pemerintah Jepang bekerja sama dengan pabrikan otomotif seperti Toyota, Nissan, serta beberapa start-up untuk berpartisipasi dan menyediakan mobil tanpa pengemudi. Nantinya, program ini akan dilaksanakan seminggu sebelum Olimpiade dimulai.

Salah satu mobil tanpa pengemudi yang akan digunakan adalah mobil listrik E-Palette milik Toyota. Mobil yang masih membutuhkan operator ini memiliki cukup ruang untuk 20 orang atau empat kursi roda dan tujuh penumpang yang berdiri.

Daya Angkut Penumpang

Diperkirakan kurang lebih ada 100 mobil tanpa pengemudi yang akan mengikuti program ini. Jumlah tersebut digadang-gadang mampu mengangkut 7.000 pengunjung Olimpiade Tokyo 2020.

Program yang diadakan bersamaan dengan event internasional ini menjadi ajang bagi pemerintah Jepang untuk menunjukkan kemampuan negara tersebut di bidang teknologi.

Setelah Olimpiade Tokyo 2020 selesai, uji coba teknologi ini akan terus berlanjut hingga 2022. Pada 2025, diperkirakan mobil tanpa pengemudi sudah dapat beroperasi sepenuhnya di jalan raya Jepang.

Penulis:Khema Aryaputra

Lanjutkan Membaca ↓