Mengenang Perjalanan Kawasaki Ninja 250 di Indonesia

Beranjak ke 2013, Kawasaki mengubah desain Ninja. Garis bodi, buritan dan tampang depan direvisi. Kali ini ZX series menjadi referensi. Pahatan desain ZX -6R 636 begitu tersimak, yang merupakan moge 600cc Kawasaki. Headlamp depan mengadaptasi model terpisah. Lampu sein depan yang tadinya mencuat dengan batang plastik, kini dipindahkan menyatu dengan fairing. Selain lebih sporty, motor terlihat lebih apik. Begitupun di belakang, stoplamp menggunakan mika baru dengan ukuran lebih besar.

Tak hanya bersolek, bagian jantung pacu ikut diubah. Memang bukan ubahan besar. Secara teknis, semuanya sama persis. Pun output tenaga yang dihasilkan. Tapi, guna memberikan efisiensi, karburator yang sebelumnya tertanam digantikan dengan sistem injeksi. Otomatis, mereka yang gemar modifikasi agak kesulitan mengubah setelan sektor ini. Satu lagi yang membedakan, generasi ini memiliki pilihan rem dengan ABS atau non-ABS.

Ninja 250SL (BX250A) 2014

Setahun setelah generasi kedua diluncurkan, Kawasaki menambah jajarannya dengan merilis Ninja 250 SL. Perlu diketahui, perannya bukan menggantikan, melainkan melengkapi. Walaupun berlabel Ninja, sebetulnya ia berkode BX, bukan EX seperti Ninja lainnya.

Desain keseluruhan motor ini memang mirip-mirip. Tapi satu perbedaan mendasar yang sangat krusial, mesin 250cc-nya berkonfigurasi satu silinder saja. Menuai pro-kontra, namun memang pamornya tak sebaik yang dua silinder. Padahal, dibanderol lebih murah ketimbang kakaknya. Untuk Anda yang memiliki budget terbatas, 250 SL cukup layak dipinang. Mesinnya masih mampu memproduksi tenaga 27,5 Tk dan torsi 22,6 Nm yang berarti tergolong baik.