Mengintip Biaya Perbaikan Mobil Pasca Kecelakaan

Liputan6.com, Bandung – Tak ada yang ingin mengalami kecelakaan mobil, baik ringan maupun berat. Namun jika Anda tak sengaja terlibat kecelakaan dan harus memperbaikinya sendiri karena tak mengikuti program asuransi, tentu harus ada sejumlah dana yang disiapkan.

Menurut Dahlan, pemilik bengkel cat dan perbaikan bodi di kawasan Mekarwangi, Bandung, tak sulit untuk menghitung estimasi biaya perbaikan. “Secara umum, bengkel cat membuat estimasi biaya perbaikan dari jumlah panel yang dikerjakan,” ungkap Dahlan kepada Liputan6.com melalui sambungan telepon.

“Misalkan saja bumper depan mobil pecah atau retak, maka itu dihitungnya 1 panel. Konsumen tak perlu membeli bumper baru, karena bumper bisa kita perbaiki. Caranya? Bumper dilepas dari mobil, disolder, lalu dijahit menggunakan kawat, dan akhirnya ditutupi dempul,” sambungnya.

Hitungan per panel rupanya cukup sederhana. Yang dihitung satu panel adalah bumper depan dan belakang, pintu, pintu bagasi, dan kap mesin. Jika atap mobil total keseluruhannya adalah 2 panel.

Untuk diketahui, harga yang dipatok per panel adalah Rp500 ribu. Estimasi pengerjaannya paling cepat 1 hari, mobil masuk pagi dan sore sudah bisa diambil. Namun tergantung dari cuaca matahari, karena pengeringannya mengendalkan terik cahaya matahari. Wajar saja, karena bengkel milik Dahlan belum menggunakan oven.

Terkait dengan kecelakaan, biayanya bisa berubah jika lampu depan atau komponen lain yang pecah. “Misalkan lampu depan pecah, maka konsumen harus beli lampu baru. Kita bisa bantu carikan yang murah, biasanya dapat dari copotan asuransi. Untuk harganya tergantung mobilnya, karena saya harus cek stoknya dulu,” ungkap pria yang sudah menjalan kan bisnisnya sejak tahun 80-an.