Mitsubishi Xpander Naik Harga, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta – Terkait Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang disesuaikan per 11 Maret 2019, harga Mitsubishi Xpander dipastikan naik. Kenaikan harga karena BBNKB ini biasa dialami tiap tahun di kuartal pertama.

“Faktor yang paling cepat untuk kenaikan harga selain makro ekonomi, nilai tukar dan lain-lain, salah satunya tarif BBN. Biasanya memang di kuartal satu antara Februari – Maret, itu memang ada penyesuaian (harga Xpander) karena memang rata-rata hampir di setiap daerah mulai mengeluarkan tarif pajak baru,” ungkap Budi Dermawan Daulay, Head of Sales Marketing Region 1 MMKSI saat jumpa media di diler Mitsubishi Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Menurutnya lagi, dengan adanya perubahan pajak itu, otomatis mengakibatkan kenaikan yang terjadi dan MMKSI harus merevisi harga menyesuaikan tarif wilayah edarnya.

Sejumlah wilayah sudah menetapkan pajaknya. Banten menjadi sorotan lantaran kenaikannya signifikan. Otomatis, kenaikan harga juga lebih tinggi ketimbang wilayah lain. Pajak BBNKB di Banten naik menjadi 12,5 persen dari 10 persen.

“Kami coba hitung untuk wilayah, kebetulan yang cukup besar kenaikannya di wilayah Banten. Jakarta mungkin tak terlalu besar. Awalnya 10 persen menjadi 12,5 persen.”

Budi mengatakan, kenaikan harga tak cuma buat Xpander atau Mitsubishi saja. Tapi semua merek pasti kena penyesuaian tarif ini. “Jadi kalau Anda lihat di STNK, total angkanya kenaikannya dikali 25 persen.

Jadi 12,5 persen itu sama dengan naik 25 persen dari nilai di STNK. Kalau di STNK BBN 10 juta, berarti naik 2,5 juta. Kalau 20 juta, naik 5 juta. Ini berlaku semua, all brand,” tutur Budi lagi.