Ratusan Pelanggar Perluasan Ganjil Genap Kena Tilang

Liputan6.com, Jakarta – Perluasan ganjil genap┬ámulai diberlakukan Senin (9/9) . Pihak kepolisian bakal menilang pengendara yang melanggar aturan tersebut.

Di hari pertama, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro jaya telah menilang 941 kendaraan roda empat di 25 ruas jalan di Jakarta.

Dijelaskan Kasubdit Bin Gakkum AKBP M Nasir mengatakan, jumlah tersebut masih saja bisa berubah. Karena, jumlah tersebut hanya mereka yang terkena penindakan pada pagi hari.

Sedangkan, sistem ganjil genap masih berlaku pada sore hari, dari pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

“Dari jumlah 941 pelanggar ada sebanyak 617 yang Surat Izin Mengemudinya disita sebagai bukti tilang, kemudian sisanya sebanyak 324 Surat Tanda Nomor Kendarannya disita sebagai bukti tilang,” kata Nasir di Polda Metro Jaya, seperti disitat News Liputan6.com.

Nasir menyebut, jumlah pelanggar terbanyak adalah di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara. Di sana ada 251 pelanggar di mana sebanyak 133 SIM disita dan 118 STNK disita.

Sementara lokasi paling sedikit ada di kawasan Jakarta Pusat, karena hanya ada 42 pengendara yang melanggar.

“Sebanyak 29 SIM dan 13 STNK disita sebagai barang bukti,” sebutnya.

Ganjil genap diberlakukan pada Senin sampai Jumat, kecuali hari libur, pada pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00 WIB. Dia menyatakan uji coba tersebut hanya dilakukan pada koridor tambahan saja.

2 dari 2 halaman

25 Ruas Jalan

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta memperluas sistem ganjil genap ke 25 ruas jalan yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Majapahit, Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, Sudirman, Sisingamangaraja.

Kemudian Jalan Panglima Polim, Fatmawati, Suryopranoto, Balikpapan, Kyai Caringin, Tomang Raya, S Parman, Gatot Subroto, MT Haryono, Rasuna Said, D.I. Panjaitan.

Jalan Ahmad Yani, Pramuka, Salemba, Kramat Raya, Stasiun Senen, dan Gunung Sahari.