Sistem Injeksi pada Motor Bebas Perawatan?

Liputan6.com, Jakarta – Dibanding sistem pengabut bahan bakar karburator, motor berjenis injeksi lebih mudah dirawat. Bahkan ada rumor yang menganggap, motor injeksi tak perlu dirawat. Benarkah seperti itu?

Melansir dari situs resmi Suzuki Indonesia. Motor injeksi tetap perlu mendapatkan perawatan. Khususnya pada sistem pengabutan. Sebab tugas utamanya menyuplai bensin ke ruang pembakaran. Kondisi ini, kata Suzuki, perlu pengecekan setiap interval 8.000 km. Lantas apa saja yang dicek? Mulai dari slang injektor, sampai ke bagian throttle body. Dua komponen ini wajib mendapat perawatan secara berkala. Sebab kalau dibiarkan, bisa sangat berpengaruh terhadap performa mesin.

Pada motor injeksi, volume penyemprotan bensin ke dalam ruang bakar selalu akurat. Sebab dikontrol oleh Electronic Control Unit (ECU). Takaran antara udara dan bensin, nyaris selalu sempurna pada semua tingkat putaran mesin. Kondisi ini memberikan keuntungan. Lebih mengurangi emisi gas buang dan hemat bensin.

Kemudian penempatan injektor, lazimnya berdekatan dengan silinder. Saluran bensin menuju injektor memiliki tekanan lebih tinggi, dari kompresi intake manifold. Dengan mulut injektor yang sangat kecil, semburan bensin berwujud partikel kabut. Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang seimbang dan pembakaran yang lebih sempurna. Terbayang, jika sistem ini tak dibersihkan dalam waktu lama.